Kenangan Joy Astro 16 Hari Liputan Tsunami Aceh 2004, Merasa Kecil dan Berdosa di Bumi Serambi Makkah

Hampir 25 tahun mengabdi di dunia jurnalistik Tanah Air, presenter Liputan6 SCTV, Joy Astro menyebut liputan tsunami Aceh 2004 paling membekas di benak.

Diterbitkan 24 Januari 2025, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Betapa banyak anak yang menjadi yatim piatu. Banyak ibu kehilangan anak. Anak kehilangan bapak. Bapak kehilangan cucu. Kami harus mewawancara mereka yang menyaksikan ayah ibunya hanyut tapi tak kuasa untuk menolong,” ujar Joy Astro di Senayan City, Jakarta.

Di situlah ia menangis. Saat wawancara para penyintas pun, suara Joy Astro bergetar. Salah satunya saat mendengar pengakuan anak yang kehilangan ayah ibu lalu tak punya semangat belajar meski sekolah (darurat) kala itu sudah dibuka.

“Belum lagi melihat teman-teman responden kehilangan anak istri. Tatapan mata mereka kosong, kayak orang (maaf) enggak punya semangat hidup lagi. Saya menyaksikan itu tiap hari, orang menangisi jenazah sampai suaranya enggak kedengaran,” akunya.

p>

Kiamat Kecil di Sanubari

Belum lagi suatu hari, Joy Astro melihat orang-orang menguburkan banyak jenazah di lubang tanah yang besar. Momen itu mengguncang hati para jurnalis yang bertugas termasuk Joy Astro yang membawa nama Liputan6 SCTV.

“Itu mengguncang semuanya (termasuk hati nurani saya). Kuasa Tuhan itu enggak bisa dilawan. Mau sekaya apapun dan sepintar apapun kita,” Joy Astro menyambung seraya mengingat seorang jurnalis perempuan melaporkan situasi terkini sambil menangis.

Ia memahami mengapa jurnalis ini mewek. Itu bukan lebay. Joy Astro mengingatkan, andai yang mengatai lebay berada di lokasi bencana, bisa jadi mulut mereka akan terkunci. Air mata tanpa dikomando mengendap di pelupuk lalu “pecah.”

“Kalau kamu di sana waktu itu, kamu akan merasakannya. Saya kayak mengalami kiamat kecil (di hati),” beri tahu Joy Astro. Kepiawaiannya melaporkan langsung hingga jadi presenter papan atas tak luput dari masukan sejumlah jurnalis ikonis SCTV.

Para mentor ini berperan besar dalam membimbing Joy Astro menemukan karakternya sendiri saat berada di studio Liputan6 hingga di fase sekarang. Karenanya, dalam kesempatan itu, ia berterima kasih kepada para mentor.

“Salah satunya, Tris Wijayanto lalu Bang Apni Jaya Putra yang mengajari saya tampil di layar. Senior yang sering memberi masukan itu Bayu Sutiyono dan Ira Kusno. Mbak Rossi waktu itu sudah jadi ikon (dan ikut membimbing),” Joy Astro membeberkan.

 

Bagian Terbaik Itu Bernama Liputan6

Presenter kelahiran 23 Desember 1973 ini kemudian mengenang sejumlah rekan yang jadi partner siaran di awal karier. Partner pertama siaran di Liputan6 Pagi adalah Indy Rahmawati. Setelahnya ada Nunung Setiyani, Sella Wangkar, Rieke Amru, dan Eva Yulizar atau Eva Julianti.

“Indy yang paling sering,” ungkap lulusan Teknik Geologi Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta, lalu menambahkan, “Saya ingin menjadi jurnalis yang berdampak. Karena kami jurnalis, link kami tidak terbatas. The sky is our limit, actually.”

Di Liputan6 SCTV, Joy Astro belajar berpikir taktis dan kritis. Dari semua hal yang pernah dikerjakan, ia bersyukur diberi kesempatan Sang Khalik menjadi jurnalis di Liputan6 SCTV. Semua pencapaian yang didapat, dipersembahkan Joy Astro untuk ayah dan ibu.

Salah satunya, mengantar program Sigi Investigasi menang Panasonic Gobel Awards 2012 untuk Program Investigasi Terbaik. Belum lagi penghargaan dari Aliansi Jurnalis Indonesia dan KPI Awards. Ini jadi bahan bakar untuk terus melahirkan karya yang berdampak.

Terang-terangan, Joy Astro mengaku Liputan6 SCTV punya tempat istimewa dalam rekam jejak kariernya. “Saya berkarier di sini hingga jelang seperempat abad. Kalau tidak penting, saya sudah meninggalkan bidang ini sejak lama,” ia menuturkan.

Liputan6 itu hal terbaik yang saya punya dalam hidup. Saya belajar banyak dari enggak mengerti cara bikin skrip, enggak tahu bagaimana menjadi news anchor dan figur publik, public speaker, dan akhirnya bikin karya membanggakan,” Joy Astro mengakhiri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Zulfa Ayu SundariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan