Main-Main di Cipete Jadi Ajang Musisi Muda Pamer Karya

Main-Main di Cipete memang digulirkan sebagai etalase bagi para musisi muda untuk menjajakan karya-karyanya.

Diterbitkan 16 Januari 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Musisi-musisi muda pendatang baru kini punya alternatif media untuk memamerkan karya orsinil mereka. Ya, sebuah program musik mingguan bernama "Main-Main di Cipete" kini hadir untuk ikut aktif mempromosikan karya-karya baru musisi-musisi muda berbakat.

Eno Suratno Wongsodimedjo, penggagas program ini menyebut, Main-Main di Cipete memang digulirkan sebagai etalase bagi para musisi muda untuk menjajakan karya-karyanya. Sebab, menurut Eno, tampil live di hadapan khalayak, merupakan salah satu elemen penting bagi promosi sebuah karya musik.

"Bagi musisi pendatang baru, kesempatan manggung atau tampil di sebuah event menjadi hal sulit untuk mereka dapatkan,"  ucap Eno Dimedjo dalam keterang tertulisnya. "Padahal selain bisa menjemput pendengar baru, keriaan atau acara musik bisa menjadi ajang bagi mereka menambah jam terbang manggung, sekaligus menjadi simpul kreatif antar musisi untuk berjejaring satu sama lain."

Main-Main di Cipete digelar rutin setiap hari Senin malam di di Casatopia Cafe, Jakarta Selatan. Dalam operasionalnya, acara ini hadir di bawah payung Reallist Management, sebuah entitas kolektif yang didirikan Eno.

Hingga saat ini, 19 musisi dari berbagai kota dan provinsi di Indonesia sudah tampil di program ini. Sebut saja Mahardias (Bekasi), Tape Argument (Pamulang), Fabian Putra (Depok), Moccatune (Surabaya), Davi Siumbing (Jakarta), Afternourway (Ciputat), Verryans (Samarinda), hingga Mr. Zaqilah (Kolaka) dan lain-lain.

Main-Main di Cipete dihelat gratis tanpa tiket untuk memberi ruang yang lebih luas bagi para pembuat karya yang ingin menemukan pendengar baru.Konsep cuma-cuma juga membuka kesempatan bagi siapa pun untuk datang dan menemukan karya dari musisi-musisi baru Indonesia.

"Acara ini amat sangat terbuka bagi siapa pun, baik pekarya musik maupun penikmat musik. Silakan datang, berkenalan, berjejaring, untuk kemudian bersama-sama membentuk ekosistem musik yang sehat dan saling dukung," tutur Eno.

Bangun Ekosistem Musik

Lewat program Main-Main di Cipete, Eno seolah ingin membuktikan konsistensinya membangun ekosistem musik yang sehat. Salah satunya adalah sebagai ruang bertumbuh bagi mereka yang masih merintis jalan, sehingga regenerasi bisa berjalan dengan baik.

"Beberapa waktu lalu, penikmat musik akrab dengan istilah 'festival musik dengan line up yang itu-itu saja'. Keresahan yang seperti itu, seharusnya tidak perlu ada jika musisi-musisi baru diberi ruang untuk bertumbuh," katanya.

Informasi mengenai acara ini, serta tentang cara bisa ikutan tampil hingga jadwal penampil setiap minggunya, bisa diakses melalui akun Instagram @main.main.di.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Cerita Camel Petir Jaga Kecantikan di Usia 40, Jadikan Perawatan Wajah sebagai Investasi

Tim ShowbizTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan