Serba-serbi Kirim Bunga Dukacita Tanda Protes di K-Pop, Ternyata Punya Sejarah Panjang

Tren mengirim kembang tanda protes ternyata mendapat perhatian dari pejabat berwenang

Diterbitkan 03 Desember 2024, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Selain itu, ada pula alasan anonimitas, karena karangan bunga dikirim oleh pihak vendor. Bahkan pihak vendor pun tak melakukan kontak langsung dengan pembelinya.

"Hanya petugas pengantaran yang terlihat," kata pegawai di Kantor Wilayah Distrik Seongdong.

Makna di Balik Bunga Dukacita

Meski protes "hanya" dilakukan dengan mengirim bunga, Profesor Huh dan Profesor Goo Jeong Woo dari Sungkyunkwan University menilai ada muatan emosi di dalam aksi ini.

"Menggunakan bunga pemakaman dalam protes adalah cara baeu untuk menunjukkan emosi dalam masyarakat saat ini. Mulai dari kesedihan, ketidaksetujuan, hingga rasa duka, menambah nuansa tertentu dalam pesan yang hendak disampaikan, terhadap kebijakan atau opini yang mereka tentang," kata sang profesor.

 

Polisi Bereaksi

Tren mengirim kembang tanda protes ternyata mendapat perhatian dari petugas berwenang. Polisi dan kantor pemda setempat akhirnya kini memasukkan benda ini sebagai barang-barang yang digunakan dalam protes.

"Jadi, jumlah (karangan bunga) yang hendak digunakan, mesti dilaporkan terlebih dulu," kata seorang petugas kepolisian. Dalam aturan yang saat ini berlaku, penyelenggara protes luar ruangan mesti melakukan pendaftaran 48 jam sebelumnya, dan menyebutkan barang-barang apa yang akan digunakan dalam protes ini

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan