Gekrafs Belgia Sukses Bentangkan Kain Indonesia Hingga Antwerp

Gekrafs Belgia memperkenalkan dunia fashion Indonesia di pusat kota Antwerpen, yang setiap harinya dikunjungi oleh sekitar 33.000 orang.

Diperbarui 26 September 2024, 15:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kawendra Lukistian, Ketua Umum DPP Gekrafs, juga memberikan komentar: "Acara ini menjadi bukti bahwa ekonomi kreatif Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan diterima di panggung internasional. Kain Indonesia yang ditampilkan di Antwerp Central adalah wujud nyata dari kekayaan budaya yang dapat menjadi kekuatan ekonomi di masa depan, jika kita terus berinovasi dan membuka jalan untuk kolaborasi global."

Desainer Ternama

Fashion show ini menampilkan karya-karya dari desainer ternama Indonesia seperti Hayuning Sumbadra dari Jagad Phoenix; Sari Ramdani, Rieke Henriani, Mira Amahorseya, dan Theresia Soenpit dari Batik Malam 20; Essy Masita dari Maharani Persada; serta Jeny Tjahyawati dan Uzy Fauziah. Setiap desainer menghadirkan keindahan dan kekayaan warisan budaya tekstil Indonesia dengan memamerkan karya-karya berbahan batik, tenun, dan songket. Acara ini juga menyoroti keberlanjutan melalui penggunaan kain daur ulang, kain halal, serta pengaruh fashion modest yang semakin berkembang. 

Dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan bilateral antara Indonesia dan Belgia, acara ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan budaya, termasuk Tari Saman oleh DWP Brussels, Tari Bali oleh Sanggar Dwi Mekar, serta kolaborasi musik dari Rumah Budaya Indonesia yang menghadirkan permainan gamelan Jawa oleh Krishna Sutedja, biola oleh Chloë Baeyens, keyboard oleh Edbert Gian, dan nyanyian sinden yang diiringi suara emas Rambu Piras, runner-up The Voice Indonesia 2018. 

Kesuksesan acara "Telusur Kain Indonesia" semakin lengkap berkat keterlibatan dan dukungan dari Diaspora Indonesia, PPI Antwerp, serta Generasi Z Belgia, yang menunjukkan betapa luasnya daya tarik acara ini di kalangan masyarakat di Belgia. Kehadiran Gekrafs DPLN Belgia juga turut memotivasi para pelaku industri kreatif untuk semakin menggiatkan kreasi mereka dalam rangka mendukung ekonomi kreatif menuju Indonesia Emas 2045. Perpaduan unik antara fashion dan budaya ini meninggalkan kesan mendalam pada para pengunjung internasional, sekaligus menciptakan platform dinamis untuk mempromosikan industri kreatif Indonesia di Eropa.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan