Kritik Jadi Sarana Belajar Gilbert Pohan

Sejak Gilbert Pohan muncul di The Voice Indonesia, ia menuai berbagai komentar. Bagi Gilbert, kritik menjadi sarana untuk berkaca dan belajar menjadi lebih baik lagi.

Diterbitkan 16 April 2013, 21:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Menjadi peserta The Voice Indonesia ternyata membuat Gilbert Pohan mendapatkan perhatian dari masyarakat. Sejak ia muncul di The Voice Indonesia, peserta 31 tahun ini menuai berbagai komentar.

"Pernah ada yang bilang suara saya seperti kucing tercekik jadinya jelek," ungkap Gilbert kepada Liputan6.com di studio Indosiar, Jakarta, Selasa (16/4/13). Namun menanggapi komentar yang beragam dari masyarak Gilbert tetap santai. "Ya saya sih senang kalau ada yang mendukung, terima kasih banget malah," ungkapnya.

Gilbert berpendapat bahwa baik komentar positif atau negatif dari seseorang merupakan sebuah pembangunan karakter untuk dirinya. "Artinya mereka bersedia meluangkan waktu mereka untuk menilai, saya lebih suka itu ketimbang yang dukung saya karena rupa saya bukan karena suara," jelas Gilbert.

Berkomentar soal fans, ternyata Gilbert tidak menyukai sebutan fans untuk dirinya. Gilbert lebih senang dengan sebutan `teman yang mendukung` dirinya dalam kompetisi. "Soalnya kalau disebut fans nanti ketika dia melihat saya berbuat yang salah mereka akan jadi membenci saya, jadi mending saya sebut teman saja," jelasnya.

Semenjak kemunculannya di The Voice, Gilbert memang mendapat dukungan dari masyarakat, salah satunya melaui akun Twitter bernama @GilbertNATICS. "Ya kalau Twitter sih memang area yang bebas setiap orang berhak untuk membuat akun, jadi selama itu baik saya welcome saja," tutupnya.(Yud/Asw)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Saksikan Sinetron Kisah Nyata Pagi Episode Rabu 24 Juni Pukul 08.00 WIB di Indosiar

Rizkyan Adiyudha, aswTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan