Penampilan Berkelas Voice of Baceprot Puaskan Massa Soundsfest Experience

Voice of Baceprot tampil memukau di Soundsfest Experience di Ballroom Kuningan City, P6.

Diperbarui 23 Juni 2024, 12:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Voice of Baceprot (VoB) meninggalkan jejak di Jakarta sebelum beraksi di Festival Glastonbury 2024, festival musik terbesar di Inggris, Jumat 28 Juni 2024. Band metal asal Banjarwangi, Garut ini tampil memukau di gelaran Soundsfest Experience, di Ballroom, Kuningan City P6, Sabtu (22/6).

Penampilan berkelas VoB pun sukses memuaskan massa Soudsfest Experience. Firda Marsya Kurnia (vokalis dan gitar), Widi Rahmawati (bass), dan Euis Siti Aisyah (drum) kembali menjadi primadona di atas stage, beraksi di hadapan para penggemarnya.

Tampil setelah Danilla, seperti biasa, VoB menyapa penonton dengan busana serbahitam, termasuk jilbab yang mereka kenakan. Band yang tahun lalu merilis labum Retas ini langsung menggeber lewat "(Not) Public Property".

Terang saja tensi langsung naik. Seketika penonton menyeruak ke depan panggung yang dibatasi pagar setinggi leher orang dewasa.

Lagu yang berusaha menyuarakan hak-hak perempuan ini memang langsung berhasil menaikkan adrenaline penonton. Alhasil mereka pun berjingkrak-jingkrak, bernyanyi bersama. Sebagian membuat lingkaran di depan pangung, bermoshing-ria.

 

Seru!

Suasana konser semakin seru. Ditambah lagi dengan penampilan personel VoB yang prima. Marsya, Widi, dan Siti berkali-kali mempertontonkan kemahiran mereka memainkan instrumen pegangan masing-masing.

Lihat saja Widi, yang begitu asyik dan atraktif dengan bass lima senarnya. Di lagu "What's The Holy (Nobel) Today?", bahkan nyaris di sepanjang lagu dia menampar-nampar senar bassnya dengan teknik slap, dipadukan dengan kecepatan improvisasi jari-jarinya.

Marysa juga asyik saja bernyanyi, meski kedua tangannya harus memainkan riff-riff gitar yang rumit. Kadang bahkan, sambil nge-rap atau screaming.

 

Siti juga begitu. Sengatan pukulan-pukulannya, plus dentuman double pedal pada bass drumnya membuat semua lagu yang dimaikan VoB jadi begitu bertenaga, menendang-nendang gendang telinga.

Karya-karya VoB memang skillfull. Terlihat betul kematangan dan skill tinggi para personelnya dalam memainkan instrumen.

Lagu Penuh Pesan

"Selamat malam Jakarta...," ujar Marsya usai VoB memainkan "School Revolution" di lagu ketiga. "Terima kasih kepada yang sudah datang. Senang sekali bisa bermain di Jakarta. Di sini agak panas ya. Tapi tidak apa-apa kita lanjut yaa."

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Total tak kurang dari 10 lagu dimainkan VoB. Selain "(Not) Public Property", "School Revolution", dan "What's The Holy (Nobel) Today?", mereka juga memainkan "Perempuan Merdeka Seutuhnya", "Rumah Tanah Tidak Dijual", "The Enemy of Earth is You" dan lainnya. Seperti lagu "(Not) Public Property", banyak pesan disampaikan VoB lewat-lewat lagu-lagunya. Seperti di lagu "What's The Holy (Nobel) Today?", misalnya, di mana VoB berteriak lantang tentang kebencian mereka terhadap perang. Itu langsung mereka sampaikan pada intro lagu. Stop war! We hate war! Stop war! We hate war! Stop war! We hate war! Sementara di lagu "Rumah Tanah Tidak Dijual", VoB menyindir pihak-pihak yang suka merampas hak orang lain. VoB menutup konser mereka dengan lagu signature mereka "God, Allow Me (please) to Play Music". Tak pelak, sejak awal, mereka langsung sukses memancing koor massal. I’m not the criminal I’m not the enemy I just wanna sing a song to show my soul Penonton bernyanyi bersama bait yang merupakan bagian refrain dari single yang dirilis tahun 2021 ini.  

Halaman
Show All
Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan