Penjelasan dan Teori soal 6 Karakter Antibodi, Tokoh Penting di Joko Anwar’s Nightmares and Daydreams

Sebagai informasi, artikel ini mengandung spoiler atau bocoran serial Joko Anwar’s Nightmares and Daydreams.

Diterbitkan 16 Juni 2024, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Joko Anwar menghadirkan karya baru bergenre fiksi ilmiah dalam serial Joko Anwar’s Nightmares and Daydreams. Meski bergenre sci-fi, serial yang tayang di Netflix mulai Jumat (14/6/2024) kemarin tetap mengangkat isu sosial yang tak berjarak dengan masyarakat Indonesia.

Mulai dari sandwich generation, kesulitan mencari pekerjaan, KDRT, hingga kemiskinan.

“Meski dibalut genre science-fiction, kami tidak ingin membuat cerita yang terasa berjarak dengan penonton Indonesia,” kata Joko Anwar dalam production notes yang dirilis Netflix.

Namun, namanya juga genre sci-fi, tentu ada semesta sendiri yang dibangun Joko Anwar. Dalam universe Nightmares and Daydreams, ada empat jenis makhluk yang berbeda.

“Dalam serial ini terdapat empat jenis makhluk: manusia biasa; Antibodi atau manusia yang sudah berhasil berevolusi kemudian direkrut jadi pembela Bumi; Agarthan, makhluk dari perut Bumi yang mencoba menguasai dunia kita; dan Supreme Being,” kata Joko Anwar.

Supreme Being sendiri, adalah makhluk yang menemui karakter Wahyu (Lukman Sardi) dan memberinya pengetahuan untuk menyelamatkan dunia.

Sementara sejauh ini, ada tujuh karakter Antibodi yang sudah muncul. Mereka adalah Panji (Ario Bayu), Ali (Fachri Albar), Valdya (Asmara Abigail), Rania (Marissa Anita), Wahyu (Lukman Sardi), Laksmi (Ayu Laksmi), dan Dewi (Sita Nursanti). Hanya saja, karakter Laksmi belum dieksplorasi secara  mendalam seperti karakter lainnya.

Seperti apa karakter para Antibodi di Nightmares and Daydreams?

1. Panji (Ario Bayu)

Panji, sopir taksi yang hidupnya pas-pasan mendapat tawaran memasukkan ibunya yang demensia ke sebuah panti jompo secara gratis. Kondisi membuatnya memilih opsi ini, tapi ia kemudian menyesalinya.

Saat menjemput ibunya, ia justru mengungkap rahasia mengerikan di balik panti jompo ini. Setelah berhadapan dengan makhluk dalam panti ini yang mampu memudakan tubuh yang tua, Panji memiliki kekuatan serupa tapi tak sama. Yakni meregenerasi sel tubuh, memposisikannya sebagai penyembuh dalam Antibodi.

Momen ini diperlihatkan Panji dalam adegan klimaks menghadapi Aghartan.

2. Rania (Marissa Anita)

Penulis novel populer yang tidak puas dengan karyanya sendiri. Namun saat mengerjakan salah satu novel barunya, Rania seperti dibawa masuk kedalam kehidupan seorang istri yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Setelah menyingkap misteri yang ia hadapi, Rania tak hanya mampu merasuk dalam tubuh orang lain, tapi juga mengontrolnya.

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan