Resensi Film Kereta: Manusia, Bilur-Bilur Penyesalan, dan Kata Maaf yang Tak Terucap

Kereta karya sineas Eddy Prasetya dengan bintang Aghniny Haque dan Bio One layak dijadikan film Lebaran. Ia bicara manusia, penyesalan dan kata maaf.

Diperbarui 12 April 2024, 11:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Benang Merah 2 Tokoh Utama

Lewat dialog ini pula, penonton mengenal para tokoh dan menyaksikan bagaimana mereka “bertarung” di babak akhir. Kereta bicara tentang bagaimana manusia berproses menelan pil pahit.

Benang merah dua tokoh utamanya, bahkan dua tokoh pendukung lain adalah: menghadapi kenyataan yang tidak ideal. Mereka lantas melakukan penerimaan diri dengan cara yang dianggap pas.

 

Rentang Emosi Negatif

Kereta menyuguhkan performa Aghniny Haque yang dalam dengan rentang emosi yang dianggap publik negatif: Marah, kecewa, menyesal, dan “lambat” melakukan penerimaan diri.

Kata lambat kami beri tanda kutip karena pada dasarnya tak ada yang salah dengan proses lambat. Setiap orang berproses dengan cara dan kecepatan masing-masing. Tak bisa dipukul rata. Semua indah.

 

Maaf dan Orang Tua

Usai menonton Kereta, perspektif kita pada kata maaf dan orang tua tak akan sama lagi. Setiap kebersamaan ada akhirnya. Setiap kesalahan menyimpan penyesalaannya masing-masing. Berdamai dengan diri sendiri sebelum berdamai dengan orang lain adalah kunci.

Dengan plot yang relatif lurus dan durasi ringkas, Kereta mengalir tanpa basa-basi. Topik maaf dan penyesalan pun terasa relevan hingga kini. Bagi yang suka plot-twist, Kereta akan memuaskan. Jika jeli pada situasi di dalam gerbong, Anda akan mulai curiga jangan-jangan...

 

 

Pemain: Aghniny Haque, Bio One, Hasya Mahara, Sulistyo Kusumawati

Produser: Agung Haryanto, Mala Shinta

Sutradara: Eddy Prasetya

Penulis: Panca Lotus, Han Ismail

Produksi: KlikFilm Production

Durasi: 69 menit

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan