Sutradara Gina S. Noer Kritik Film Horor Indonesia yang Diduga Mengeksploitasi Agama: Bikin Orang Takut Beribadah

Sutradara sekaligus penulis skenario, Gina S. Noer, menyuarakan keresahannya atas tren film horor Indonesia yang menjadikan unsur agama sebagai alat teror untuk menciptakan nuansa horor.

Diterbitkan 25 Maret 2024, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Bikin Takut Beribadah

Adanya film yang terus-menerus mengeksploitasi ritual keagamaan disebutnya justru memicu timbulnya salah persepsi, bahkan merusak pemahaman seseorang terhadap keyakinan yang dianutnya.

Alhasil, banyak masyarakat yang justru ketakutan saat menjalankan ibadah karena tontonan film horor yang berbau islami dan menjadikannya sebagai alat teror.

Proses suci mengafankan terus menerus dieksploitasi jadi pocong, cek di sosmed: banyak orang jadi takut shalat karena diganggu setan, zikir pada allah jadi sumber kengerian, dll,” tutur ibu dua anak tersebut.

Gina melanjutkan, para pembuat film sebagai orang yang lebih melek soal kesenian dan pendidikan seharusnya bisa lebih bijaksana lantaran tidak semua masyarakat mendapatkan pemahaman dan pengetahuan agama yang baik.

Enggak semua orang dapat pemahaman dan pengajaran agama islam yang baik di lembaga pendidikannya dan bahkan keluarganyanya, ya masa kita yang bikin film, yang berkesenian, enggak muncul sama hal ini,” sindirnya.

Namun, Gina menegaskan dirinya tidak mengkritik salah satu sineas tertentu, melainkan untuk menjadikan hal ini sebagai perhatian bersama agar tidak mengangkat agama sebagai bahan eksploitasi demi mengorek keuntungan. Pasalnya, perihal "agama" di genre horor menurutnya bisa diganti jadi hal apa pun.

Bandingkan dengan Film Horor Korea Selatan “Exhuma”

Di awal curhatannya, Gina terlebih dahulu memberikan pujian atas keberhasilan film horor Korea Selatan, Exhuma, yang juga mengangkat keyakinan setiap karakternya tanpa mengeksploitasinya dengan berlebihan.

Keyakinan dipakai sebagai alat untuk melawan setan, bukan justru menjadi teror untuk melemahkan iman.

Hal yang paling gue suka dalam film Exhuma adalah karakternya percaya sekali dengan belief (baik terhadap diri sendiri ataupun kepercayaan yang dianutnya) dan kemudian belief itu menjadi modal kuat untuk melawan setan yang kuat,” tutur Gina.

Bahkan belief karakter ini kemudian jadi titik tolak masuk bicara soal nasionalisme Korea,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Rosaria Arum Prakoso, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan