Resensi Film SAW X: Karma Yang Diterima Tim Medis Gadungan Usai Tipu Jigsaw Sang Pembunuh Berantai

Tayangnya film SAW X secara resmi di layar lebar Indonesia membuat para penikmat film horor antusias untuk menonton kelanjutan dari permainan Tobin Bell sebagai Jigsaw.

Diperbarui 12 Oktober 2023, 08:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengumuman tayangnya film SAW X secara resmi di layar lebar Indonesia membuat para penikmat film horor antusias untuk menonton kelanjutan dari permainan Tobin Bell sebagai Jigsaw. Film ini resmi tayang di seluruh layar lebar di Indonesia pada hari Rabu, 11 Oktober 2023.

Dalam filmnya yang ke-10, John Kramer (Tobin Bell) kembali "membantu" orang-orang untuk mengatasi hambatan batin mereka dan membuat perubahan positif dalam hidup mereka melalui permainan yang tak kenal ampun.

Film SAW X tidak hanya membawa penontonnya untuk menyaksikan bagaimana Jigsaw menghukum para pelaku kejahatan, namun juga membawa mereka ke dalam bagian kehidupan Jigsaw yang hilang.

Kevin Greutert selaku sutradara pun menemukan banyak hal yang dapat dieksplorasi dengan karakter John. Ia merasa karakter John jauh lebih kompleks daripada sekadar seorang arsitek yang membuat beberapa rangkaian permainan mematikan. Inilah resensi film SAW X.

Ide Cerita Yang Berangkat Dari Permintaan Penggemar

Mark Burg selaku produser film SAW X mengatakan bahwa SAW X adalah film yang menggunakan nama SAW lagi setelah beberapa tahun terakhir, membawa penonton kembali ke awal di mana mereka pertama kali jatuh cinta pada waralaba SAW.

Ide film yang dikerjakan selama hampir tujuh tahun ini datang dari penggemar yang menginginkan John Kramer menjadi kunci dari aksi dan menjadi pusat dari cerita. Mereka ingin John mengatur segala permainannya dan kemudian mengeksekusi jebakannya sendiri.

Usaha John Kramer Untuk Menyembuhkan Kanker Otak

Saat kita bertemu John (Tobin Bell) di SAW X, dia sedang berada di sebuah kelompok pendukung kanker, yang anggotanya menceritakan perjuangan berat mereka melawan penyakit yang mengerikan ini.

Lalu, John bertemu dengan salah satu mantan anggota pendukung tersebut yang merinci sebuah prosedur eksperimental yang telah menyembuhkan kankernya hingga dirinya sehat dan bebas dari kanker.

John pun melakukan riset, yang membawanya ke Cecilia (Synnøve Macody Lund), putri dari Dr. Pederson yang meneruskan pekerjaan ayahnya untuk menyembuhkan penderita kanker di sebuah klinik di Kota Meksiko.

Pengobatan Yang Tak Pernah Ada

Operasi John yang dilakukan oleh tim Cecilia berjalan sesuai rencana. Dirinya pun senang dengan jaminan kesembuhan total dan prognisis positif lainnya yang dilontarkan oleh Cecilia setelah pergi meninggalkan kompleks hacienda tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Beberapa hari berlalu, John kembali ke sana untuk memberikan hadiah kepada salah satu penghuni di hacienda. Namun, dirinya hanya menemukan tempat terbengkalai dengan fasilitas yang sepi. John pun akhirnya menyadari bahwa ia telah ditipu dan dirampok dari biaya yang besar untuk melaksanakan berbagai "prosedur" eksperimental tersebut.

Halaman
Show All
Nadia Nurhaliza, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan