6 Potret Behind The Scene Syuting One Piece Live Action: Adegan Mackenyu Berantem hingga Rahasia Hidung Buggy

Ada banyak cerita soal proses produksi One Piece Live Action. Sebagian, terlihat dalam potret behind the scene yang dibagikan oleh Netflix.

Diterbitkan 05 September 2023, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Penggemar Monkey D. Luffy dkk kini tengah ramai membicarakan One Piece Live Action. Kedelapan episode tayangan ini baru dirilis oleh Netflix pada 31 Agustus 2023 lalu.

Berbeda dengan banyak serial versi live action yang mendapat nilai buruk dari penggemar, One Piece versi live action disambut hangat oleh fans. Saat artikel ini ditulis pada Senin (4/9/2023), serial yang dibintangi Inaki Godoy tersebut mendapat skor 83 persen dari kritikus dan skor audiens 96 persen dari 10 ribu penilaian penonton yang masuk.

Salah satu faktor yang diyakini menunjang kesuksesan serial ini, adalah One Piece Live Action dikawal ketat oleh sang penulis manga aslinya, Eiichiro Oda.

“Ada begitu banyak hal yang harus dilakukan untuk menjaga agar segalanya terlihat alami dalam live action,” kata Eiichiro Oda dalam press note Netflix yang diterima Liputan6.com. Bahkan, kata pengarang yang wajahnya selalu disembunyikan ini, dilakukan banyak syuting ulang setelah jadwal produksi beres, karena ia merasa kurang sreg.

Sebaliknya, ada dialog yang dinilai tak cocok di atas kertas, tapi justru terasa pas saat dieksekusi oleh Inaki Godoy.

“Cocok sekali bila Iñaki yang mengucapkannya sebagai Luffy! Bahkan, hasilnya bagus sekali!!” tuturnya.

Tak  heran, ada banyak cerita soal proses produksi serial ini. Sebagian, terlihat dalam potret behind the scene yang dibagikan oleh Netflix.

1. Mackenyu Aslinya Memang Jago Bela Diri

Roronoa Zoro dikisahkan jago bela diri, begitu pun dengan Mackenyu Arata. Sejak usia delapan tahun ia belajar karate Kyokushin, sejenis karate Jepang. Mendiang ayah Mackenyu sendiri adalah ikon seni bela diri, Sonny Chiba.

2. Pencarian Nami yang Mudah

Steve Maeda, salah satu kreator tayangan ini mengungkap bahwa proses casting Emily Rudd untuk Nami sangat cepat.

"Emily mendatangi kami sejak awal dan ia mewujudkan karakter itu dengan sangat indah. Ia mampu menyeimbangkan sikap sinis Nami di awal cerita, kemudian mengalami pelepasan emosi yang kuat lalu menyadari fakta bahwa ada alternatif lain daripada hidup yang telah ia pilih untuk dirinya sendiri. Memilih Emily tidak perlu pemikiran panjang," kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Bentuk dan tekstur hidung Buggy yang diperankan Jeff Ward ternyata harus dimodifikasi beberapa kali. Tim sineas ingin membuatnya terlihat seperti hidung khas badut yang bulat dan merah, sekaligus nampak seolah bagian dari wajahnya. Karena itu, Desainer Prostesis Jaco Snyman membuat prostesis yang cukup bulat agar bagian ini terlihat seperti hidung badut, tetapi memiliki tekstur seperti kulit.

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan