Kisah Seorang Pemuda Sukses Membalikkan Kerugian Ratusan Juta Rupiah dengan Meraup Puluhan Miliar di Saham Selama Pandemi

Kunci sukses pemuda bernama Andry Hakim meraup puluhan miliar rupiah di bursa saham selama pandemi setelah rugi ratusan juta rupiah.

Diperbarui 13 Mei 2023, 23:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Tapi keuntungan terbesar saya adalah berinvestasi jangka panjang di ARTO yang setelah rights issue pertama saya beli di harga rata-rata Rp463 per lembar lalu saya jual di harga Rp15-16 ribuan. Jadi keuntungan saya sampai dengan 2000 persen lebih. Di situlah titik keuntungan terbesar saya,” ungkap Andry.

Keuntungan Multibagger Ratusan Persen di Saham

Andry juga menambahkan bahwa dia juga mendapatkan keuntungan multibagger ratusan persen di saham BBHI, BNBA, BBYB.

“Itupun saya dapat karena kebijakan pemerintah, yaitu OJK, membuat peraturan bahwa semua bank mini harus memiliki modal inti Rp3 triliun. Kalau tidak cukup modal maka bank tersebut akan diturunkelaskan menjadi BPR (Bank Perkreditan Rakyat)."

"Saat itu saya menyimpulkan bahwa bank pasti enggak mau turun kelas menjadi BPR jadi mereka yang tidak punya modal inti Rp3 triliun pasti akan memilih untuk menjual bank nya ataupun mencari investor yang lebih besar untuk diajak bekerja sama. Jadi saat itu saya berspekulasi untuk berinvestasi di bank mini dengan modal INTI kurang dari 3T. Makanya dapatlah saham BBHI, BNBA dan BBYB,” jelasnya.

Sebelum pandemi, Andry mengatakan juga sering berpergian pulang pergi ke China. Ia menyadari bahwa trend Digital banking oleh WeBank saat itu juga sedang booming di sana. Jadi, Andry merasa apa yang terjadi di China pasti cepat atau lambat juga akan terjadi di Indonesia.

“Namun dari sekian banyak keuntungan, saya juga kadang masih salah. Karena namanya investasi enggak ada yang bisa prediksi hasilnya 100 persen. Kalau memang salah analisa, kita harus berani cutloss dan pelajari salahnya di mana. Kalau floating loss terbesar saya pernah Rp2-4miliar sehari, tapi kalau cutloss trading terbesar saya Rp500 juta, enggak sampai dalam sehari, baru beli langsung saya jual sebelum closing,” terangnya.

 

Kegiatan saat Ini

Saat ini, Andry bersama rekannya Douglas, juga sedang membangun startup miliknya yang bernama Stockwise.

Stockwise membuka kelas edukasi setiap bulannya untuk membantu dan mengajarkan masyarakat indonesia untuk dapat mulai berinvestasi saham dengan baik dan benar menggunakan pendekatan fundamental dan value investing.

Perusahaan Stockwise miliknya juga sebagai tempat konsultasi untuk teman-temannya yang mau melakukan IPO perdana, tetapi masih awam dengan dunia pasar modal.

“Ke depannya Stockwise berencana untuk launching aplikasi edukasi milik kami sendiri sehingga dapat lebih memudahkan masyarakat Indonesia untuk bisa mendapatkan akses edukasi financial yang lebih mudah, efektif, dan affordable,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Surya Hadiansyah, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan