Lucky Hakim Ungkap Detik-Detik Kebingungannya di Ponpes Al-Zaytun yang Viral: Saya Lihat Ada Hal Berbeda dari Pesantren Lainnya

Lucky Hakim merinci lebih lengkap mengenai kehadirannya di acara Ponpes Al-Zaytun sewaktu masih menjadi Wakil Bupati Indramayu.

Diterbitkan 12 Mei 2023, 17:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Saya juga kan enggak pernah tahu ada seperti itu. Malah saya baru tahu di situ. Jadi sebagai tamu, saya diminta berdiri, ya berdiri. Saya juga sempat rada bingung sebenarnya," lanjutnya.

Menurut Lucky Hakim Ada Hal yang Berbeda dari Pesantren Lainnya

Pada saat itu, Lucky Hakim mengakui bahwa memang ada hal yang berbeda di Ponpes Al-Zaytun yang tak ia temukan di pesantren-pesantren lainnya setelah ia dan hadirin lain diminta untuk berdiri.

"Semua yang hadir diminta berdiri, lalu untuk mengikuti. Kan enggak tahu itu apa. Saya malah sempat berpikir apa ini, mungkin karena keterbatasan pengetahuan saya. saya enggak tahu kalau itu bahasa Ibrani atau Yahudi, mana saya tahu," jelas Lucky Hakim.

"Ya sudah mengikuti, tapi setelah itu saya melihat, 'Kok ada hal yang berbeda, yang biasanya saya tidak lihat di pesantren lainnya.' Cuma sebatas itu saja. Sesudah itu, acara selesai, pamitan, sudah tak pernah ke situ lagi," tandas Lucky Hakim.

 

Wajah Bingung Lucky Hakim di Ponpes Al-Zaytun

Wajah Lucky Hakim belum lama ini viral di media sosial lantaran sebuah video menyorot ekspresi kebingungannya saat menghadiri sebuah acara di Ponpes Al-Zaytun yang terletak di Indramayu, Jawa Barat. Kala itu, sang pimpinan pondok pesantren mengucapkan salam yang diketahui tak sesuai ajaran agama Islam.

Setelah menyadari video tersebut viral di media sosial dan menjadi perbincangan warganet, Lucky Hakim pun buka suara untuk mengklarifikasi di komentar sejumlah akun media sosial. Lucky mengaku bahwa momen video itu direkam tahun lalu.

 

Ponpes Al-Zaytun Tengah Menjadi Kontroversi

Ponpes Al-Zaytun kini memang tengah menjadi kontroversi masyarakat. Sebelumnya, pondok pesantren tersebut kedapatan menggelar sholat Idul Fitri dengan perempuan berdiri sejajar di barisan depan bersama jamaah laki-laki.

Lebih dari 20 tahun lalu, ponpes ini juga pernah menimbulkan polemik hingga MUI menurunkan tim penelitinya. Pada 2002, tim peneliti Majelis Ulama Indonesia (MUI) melakukan riset terkait Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun atau Ma’had Al-Zaytun (MAZ), Indramayu Jawa Barat.

Anggota Komisi Fatwa MUI, Aminuddin Yakub menyampaikan MUI pernah membentuk tim untuk meneliti adanya gerakan NII KW IX yang dikaitkan dengan MAZ. Dari penelitian tersebut dikaji tiga hal.

“Kami mengkaji tiga aspek yaitu, profil NII KW IX dan ajaran di dalamnya, profil MAZ dan kegiatan kurikulum yang diajarkan, serta menggali kemungkinan adanya hubungan antara NII KW IX dengan MAZ,” kata Aminuddin, yang juga merupakan sekretaris tim peneliti MUI dalam kajian tersebut, dikutip dari laman mui.or.id, Minggu (30/4/2023), mengutip kanal Islami Liputan6.com.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan