6 Kutipan Lirik Lagu Didi Kempot yang Paling Ngenes, Cocok Buat Bucin Patah Hati

Didi Kempot kembali banyak dibicarakan oleh warganet karena sosoknya dikenang lewat Google Doodle. Yuk, simak 6 kutipan lirik lagu milik sang Godfather of Broken Heart beserta artinya.

Diterbitkan 26 Februari 2023, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

3. Cidro

Salah satu karya paling populer Didi Kempot. Terasa dari judulnya, "Cidro" merangkum perihnya hati begitu tahu bahwa janji setia telah dicederai. Ujung-ujungnya hanya bisa pasrah, kepiye meneh, memang nasib menggariskan seperti ini.   

 

 

Kepiye meneh iki pancen nasibku

Kudu nandang loro koyo mengkene

Remuk ati iki yen eling janjine

Ora ngiro jebul lamis wae

 

(Bagaimana lagi, nasibku memang seperti ini

Harus menanggung sakit seperti ini

Hancur hati ini kalau ingat janjinya

Tak mengira hanya manis di bibir saja)

 

4. Sewu Kuto

Melalui lagu dengan tajuk "Sewu Kuto" ini, Pakde Didi menggambarkan rasa pedih kala seseorang sedang susah move on. Berusaha mencoba melupakan sampai bertahun-tahun pun ujung-ujungnya nya juga masih cinta. 

 

Pirang tahun anggonku nggoleki

Seprene durung biso nemoni

Wis tak coba nglaliake

Jenengmu soko atiku

Sak tenane aku ora ngapusi

Isih tresno sliramu

 

(Berapa tahun aku mencari

Sampai sekarang belum bisa menemui

Sudah kucoba melupakan

Namamu dari hatiku

Sebenarnya aku tidak menipu

Masih cinta dirimu)

 

5. Tatu

Terkadang memang banyak orang yang rela menanggung sakit hati untuk mencintai seseorang. Bahkan, rasa sakit gigi jadi enggak ada apa-apanya dibanding luka yang ada di dada. 

 

 

Senajan aku loro

Ning isih kuat nyonggo

Tatu sing ono ndodo

Perih rasane yen eling kowe

Angel tambane

 

(Walau aku sakit

Tapi masih kuat menanggung

Luka yang ada di dada

Perih rasanya kalau teringat kamu

Susah obatnya)

 

6. Dalan Anyar

Banyak hal di sekitar kita dapat mengingatkan kita akan seseorang yang dulu pernah berlabuh di hati. Seperti di lagu "Dalan Anyar" ini, bunga tebu jadi saksi janji manis sang mantan kekasih. 

 

 

 Kembang tebu sing kabur kanginan

Saksi bisu sing dadi kenangan

Prasetyamu kuwi mung kiasan

Tresnamu saiki wis ilang

 

(Bunga tebu yang terbang tertiup angin

Saksi bisu yang menjadi kenangan

Kesetiaanmu itu hanyalah kiasan

Cintamu sekarang sudah hilang)

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Jeremia Agung Ananta, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan