Jejak Lembaga Sensor Film Sepanjang 2022: Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektor

Sepanjang tahun 2022 ini, Lembaga Sensor Film (LSF) memaksimalkan waktu yang ada dengan serangkaian agenda dan program.

Diterbitkan 30 Desember 2022, 19:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pada penghujung kuartal ketiga tahun 2022, LSF melakukan kolaborasi besar dengan menggandeng Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) dalam menggalakkan Budaya Sensor Mandiri bagi para penonton bioskop. Kolaborasi ini melahirkan sosok Badak Jawa yang kemudian menjadi maskot GNBSM.

Sinergi dan kolaborasi lintas sektor ini mendekati sempurna dengan dilakukannya penandatanganan nota kesepahaman antara LSF dengan Pemerintah Daerah, BUMN, dan Organisasi Profesi. Ini adalah wujud nyata kepedulian banyak pihak yang ingin turut ambil bagian dalam menjalankan program bersama yang tujuannya adalah satu, memberikan literasi kepada masyarakat.

Tanggung Jawab Berbuah Penghargaan

Rangkaian program kerja lintas sektor ini tidak membuat LSF abai terhadap tanggung jawab penting sebagai salah satu lembaga negara yang menjalankan fungsi pelayanan publik kepada para pemangku kepentingan terkait pihak yang melakukan proses pendaftaran sensor di LSF.

Selama penghujung tahun 2022 ini, LSF dianugerahi Predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tahun 2022 di peringkat ketiga oleh Ombudsman RI untuk Kategori Lembaga Negara.

“Penghargaan ini adalah hadiah besar untuk LSF menutup tahun 2022 ini. Mengingat tahun ini adalah kali pertama LSF dinilai oleh Ombudsman RI dan langsung mendapatkan peringkat ketiga dengan nilai 88, 41,” ujar Ketua LSF, Rommy Fibri Hardiyanto.

"Ini sekaligus menjadi pemacu semangat LSF untuk tidak hanya mempertahankan predikat yang sudah didapat, akan tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kami ke depannya untuk lebih baik lagi," sambungnya.

 

Penilaian yang Diperluas

Ombudsman RI mengumumkan hasil Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tahun 2022 terhadap 25 kementerian, 14 lembaga, 34 pemerintah provinsi, 98 pemerintah kota, dan 415 pemerintah kabupaten, pada Kamis (22/12/2022) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Menurut Rommy Fibri Hardiyanto, pada tahun ini penilaian diperluas kepada pengukuran kompetensi penyelenggara, pemenuhan sarana dan prasarana, standar pelayanan, serta pengelolaan pengaduan. Ini juga menjadi tantangan besar bagi LSF saat melalui berbagai tahapan penilaian.

“Setelah dua tahun yang cukup berat melewati pandemi, tahun 2022 ini menjadi tahun yang cukup penting bagi LSF. Selain membangun sinergi dan kolaborasi lintas sektor, LSF juga hadir untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para stakeholder LSF, tidak hanya saat ini, tapi juga seterusnya,” tambah Rommy Fibri Hardiyanto.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan