Jejak Lembaga Sensor Film Sepanjang 2022: Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektor

Sepanjang tahun 2022 ini, Lembaga Sensor Film (LSF) memaksimalkan waktu yang ada dengan serangkaian agenda dan program.

Diterbitkan 30 Desember 2022, 19:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Di mata Lembaga Sensor Film (LSF), tahun 2022 menjadi momen bagi mereka untuk bisa lebih produktif lagi. Sepanjang tahun ini juga banyak hal yang cukup penting bagi LSF. Dalam kurun waktu setahun, LSF menempatkan posisi sebagai sebuah lembaga negara independen yang menjalankan berbagai peran lintas sektor.

Selain bersinggungan dengan dunia perfilman melalui tugas penyensoran, LSF juga membangun kolaborasi secara masif. Selama dua tahun berada dalam masa puncak pandemi COVID-19, membuat banyak agenda dan program kerja LSF harus mengikuti penyesuaian. Maka sepanjang tahun 2022 ini, LSF memaksimalkan waktu yang ada dengan serangkaian agenda dan program.

Seiring dengan menggeliatnya kembali dunia perfilman pascapandemi, maka LSF ikut mendukung penuh segala aktivitas dunia perfilman. Tak hanya membuka ruang diskusi bagi para sineas melalui berbagai dialog pakar yang menghadirkan sineas ternama tanah air, LSF juga turut mendukung berbagai festival film yang digelar.

Kolaborasi juga terus digencarkan melalui berbagai kunjungan yang dilakukan ke beberapa rumah produksi dan stasiun televisi. Sekaligus dalam rangka memberikan apresiasi kepada rumah produksi dan stasiun televisi yang taat sensor dan peduli sensor mandiri.

Tak hanya lawatan dalam kawasan industri perfilman tanah air, LSF juga mengunjungi Korea Selatan dan Jepang dalam rangka benchmarking untuk melihat bagaimana dunia penyensoran di luar Indonesia.

 

Budaya Sensor Mandiri

Tidak hanya itu, LSF mengambil peran lebih besar lagi dalam dunia literasi. Dalam konteks ini adalah Budaya Sensor Mandiri yang telah menjadi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (GNBSM) dan Literasi Hukum Bidang Perfilman yang dikhususkan kepada mahasiswa maupun pelajar dari jurusan perfilman.

Literasi GNBSM melalui berbagai media terus digencarkan. Sosialisasi secara daring berjalan beriringan dengan sosialisasi secara luring ke berbagai daerah di Indonesia. Hal itu dilakukan untuk menjangkau lebih banyak lagi Sahabat Sensor Mandiri di seluruh Indonesia. Sinergi lintas sektor pun dilakukan.

Melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta, LSF tidak hanya memperkenalkan GNBSM tetapi juga ikut mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dengan membuka peluang bagi mahasiswa untuk magang di LSF.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Pada penghujung kuartal ketiga tahun 2022, LSF melakukan kolaborasi besar dengan menggandeng Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) dalam menggalakkan Budaya Sensor Mandiri bagi para penonton bioskop. Kolaborasi ini melahirkan sosok Badak Jawa yang kemudian menjadi maskot GNBSM. Sinergi dan kolaborasi lintas sektor ini mendekati sempurna dengan dilakukannya penandatanganan nota kesepahaman antara LSF dengan Pemerintah Daerah, BUMN, dan Organisasi Profesi. Ini adalah wujud nyata kepedulian banyak pihak yang ingin turut ambil bagian dalam menjalankan program bersama yang tujuannya adalah satu, memberikan literasi kepada masyarakat.

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan