39 Petani Kopi Indonesia Berkompetisi dalam Cup of Excellence, Ajang Prestisius Dunia

Cup of Excellence merupakan ajang kompetisi dengan penghargaan paling bergengsi yang diberikan untuk biji-biji kopi tertentu yang berasal dari sebuah negara produsen kopi. CoE Indonesia 2022/2023 baru saja berjalan.

Diperbarui 18 Desember 2022, 17:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 39 petani kopi dari 6 provinsi di Indonesia menanti hasil penilaian akhir dari juri dalam kompetisi kopi specialty paling prestisius di dunia, Cup of Excellence Indonesia (COE Indonesia). Kompetisi yang berjalan sejak bulan September 2022 saat ini memasuki penjurian akhir di tingkat internasional.

Para petani kopi itu berasal dari Daerah Istimewa Aceh (24 petani), Jambi (5 petani), Sumatera Selatan (1 petani), Jawa Barat (4 petani), Jawa Timur (1 petani) dan Sulawesi Selatan (4 petani). Kopi-kopi yang mereka produksi itu menggunakan empat proses, natural (15 lot), washed (9 lot), honey (8 lot), dan giling basah atau wet hulled (8 lot).

Cup of Excellence merupakan ajang kompetisi dengan penghargaan paling bergengsi yang diberikan untuk biji-biji kopi tertentu yang berasal dari sebuah negara produsen kopi.

Penghargaan yang diperoleh melalui persaingan ketat yang diaudit oleh auditor profesional, dalam pemilihan biji kopi terbaik, yang dikirim oleh para petani yang mengikutsertakan hasil biji kopinya dalam jangka waktu panen tertentu.

 

Biji Kopi Pemenang

Biji kopi pemenang dipilih oleh sekelompok cuppers yang berasal dari dalam negeri dan luar negeri. Dalam ajang ini, hanya biji kopi yang memiliki skor tinggi yang diizinkan untuk maju berkompetisi. Para pemenang dalam ajang Cup of Excellence akan dianugerahi penghargaan Cup of Excellence yang bergengsi.

Tidak hanya penghargaan, kopi pemenang akan dijual kepada penawar tertinggi dalam sebuah ajang lelang internet yang merupakan juga rangkaian dari acara Cup of Excellence di mana harga kopi dalam pelelangan dapat melonjak drastis hingga tingkat yang fantastis.

Ajang Cup of Excellence secara langsung memberikan dampak kesejahteraan kepada para petani pemenang, selain penghargaan bergengsi yang mampu mempopulerkan nama mereka dalam industri kopi dunia serta mempertemukan langsung dengan para pembeli kopi di dunia.

Juga meningkatkan kemakmuran petani secara pesat mengingat hasil lelang yang sudah dipastikan sangat jauh di atas harga pasaran kopi dunia.

 

 

Tahun Kedua

Cup of Excellence telah memasuki tahun kedua penyelenggaraannya di Indonesia dan kali ini acara penobatan pemenang penghargaan Cup of Excellence kepada para petani Indonesia berlangsung di Jakarta.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Dalam penyelenggaraan COE ini, panitia menerima 138 sampel kopi. Dalam kompetisi ini, dimana setiap peserta wajib mengirimkan 2.5 kilogram sampel untuk tahap pra seleksi dan satu lot kopi bila lolos dari tahap pra seleksi. Setiap lot minimum 300 kilogram hingga maksimum 1260 kilogram. Jika sampel kopinya lolos hingga ke tahap akhir, maka jumlah lot itu yang nantinya akan dilelang dan hasil lelang menjadi milik petani. Dalam tahap penilaian pra seleksi, ada 84 sampel kopi yang lolos dan berhak melajuke tahap nasional. Dalam tahap ini akan disaring kopi peserta yang akan lolos ke tahap penjurian internasional. Seluruh sampel kopi itu baru akan dibuka identitas petani dan kopinya setelah juri menyelesaikan penilaian pada tingkat internasional. Pemberian nilai itu hanya berlaku untuk lot kopi yang didaftarkan pada penyelenggaraan COE Indonesia 2022/2023.    

Halaman
Show All
Surya Hadiansyah, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan