Kasus Konser K-Pop We All Are One Rugikan Pembeli Tiket, KBRI Korea Selatan Ikut Turun Tangan

Perhatian berbagai pihak termasuk KBRI Korea Selatan pun sedang dicurahkan kepada para korban yang sudah memberli tiket konser K-Pop We All Are One.

Diperbarui 02 Desember 2022, 11:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kasus batalnya konser K-Pop We All Are One yang seharusnya digelar di Stadion Madya, Jakarta Pusat pada November lalu, membuat para pemegang tiket dan vendor merasa dirugikan. Pimpinan promotor PT. Coution Live Indonesia, Jai Hyun Park alias Direktur Park selaku CEO, kini sudah ditahan.

Perhatian berbagai pihak pun sedang dicurahkan kepada para korban yang sudah membeli tiket konser We All Are One. Pasalnya, sejak konser dibatalkan, mereka sudah menuntut refund tiket. Rupanya, kasus ini menyedot perhatian Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan (KBRI Korea Selatan).

Fritz Hutapea, konsultan hukum PT Visi Musik Asia, vendor konser tersebut, menyampaikan bahwa pihak KBRI Korea Selatan sudah mulai turun tangan untuk menolong para korban yang masih dirugikan pihak promotor.

"Kami sudah membuka pintu untuk Dubes RI di Korea dan kami juga sudah memberi terima kasih bahwa mereka juga sudah mengeluarkan pernyataan siap membantu. Semoga para pihak di Korea juga mengerti bahwa asing atau lokal kalau melanggar hukum di negara dia berada, memang bisa dikenakan hukum negara tersebut," ujar Fritz Hutapea kepada wartawan pada Rabu (30/11/2022) lalu.

Kerugian yang Dirasakan

Fritz Hutapea juga membeberkan kerugian yang dialami PT Visi Musik Asia. Menurut Fritz, pihaknya tersebut juga merasakan hal yang sama seperti para pemegang tiket yang masih banyak belum mendapat kepastian soal refund atau pengembalian uang. Tak tinggal diam, pihaknya ikut berupaya menyelesaikan masalah itu.

"Dari kami juga ikut merasakan desakan para korban sendiri. Karena kami ini juga korban dia, di mana kami dijanji-janjikan dibayar jasanya, tapi sampai hari ini pun tidak ada pembayaran apapun sama sekali," terang Fritz Hutapea.

"Dalam waktu dekat, kami sedang berupaya untuk menghadap para pelaku penduga pencuri hasil uang konser ini, mengupayakan pengembalian uang untuk para vendor dan para pembeli tiket di mana semuanya ini adalah rakyat Indonesia," terangnya.

 

Merasa Tergugah

Fritz Hutapea juga mengaku tergugah dengan para korban yang solid melalui media sosial, termasuk Twitter. Mereka rupanya tak hanya meluapkan masalah yang sedang dialami, namun juga mendukung pihak vendor yang juga sama ruginya hingga membuat KBRI di Korea Selatan ikut tersentuh.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

"Buat saya pribadi, apa yang terjadi di Twitter belakangan ini sangat menggugah hati saya. ya. Saya juga ikut memantau pergerakan mereka, bahkan banyak juga atensi yang masuk ke soscial media saya, memberikan dukungan ke saya untuk segera mengusut tuntas kasus ini, untuk memperjuangkan hak mereka," ucap Fritz. "Bahkan perjuangan mereka kini sampai mendapat respon positif dari KBRI di Korea untuk membantu menyelesaikan masalah ini. Saya berharap semoga kabar ini bisa menjadi titik terang bagi semua pihak," sambungnya.  

Halaman
Show All
Surya Hadiansyah, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan