PATH Melangkah di Indonesia untuk Membuat Inovasi dan Digitalisasi Kesehatan Publik

Menjelang pertemuan G20 di Bali, yang akan berfokus pada tiga pilar utama, yaitu Arsitektur Kesehatan Global, Transisi Energi Berkelanjutan, dan Transformasi Digital, PATH mengumpulkan pemimpin kesehatan publik dan pemangku kepentingan kunci di Indonesia untuk memahami tantangan dan peluang melakukan inovasi dan mendigitalisasi layanan kesehatan.

Diperbarui 08 November 2022, 20:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, institusi Kesehatan masyarakat, pemimpin Kesehatan provinsi, sektor kesehatan swasta, organisasi lokal, dan pemangku kepentingan internasional.

Di acara ini, peserta dapat berbagi pengalaman dan kepakaran dari upaya yang sudah pernah dilakukan, mendiskusikan prioritas kesehatan jangka pendek dan Panjang Indonesia, dan berkontribusi dalam hal kepemimpinan pikiran untuk memperkuat sistem kesehatan dan pendanaan Indonesia demi dapat melibatkan komunitas dengan lebih baik.

Ibu Siti Nadia Tarmizi M.Epid, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan juga memberikan presentasi pada acara ini mengenai jalan menuju transformasi sistem Kesehatan di Indonesia dan penekanan pada peran transformasi digital dalam memastikan pemberian layanan Kesehatan yang merata dan berkelanjutan.

Hadirnya Tokoh Kesehatan

Beberapa tokoh kesehatan masyarakat di Indonesia turut hadir. Termasuk Prof.Dr. Budi Utomo dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Ir. Rakhmat Nugroho, MBAT Ketua Tim Kerja Pengujian dan Kalibrasi, Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Ir Nelwan Harahap dan Dr Nia Reviani, MAPS dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Mereka menghadiri symposium ini dan memaparkan mengenai beragam topik terkait tranformasi digital dan layanan Kesehatan di Indonesia.

Dr. Nabeel Goheer, Chief PATH untuk Asia, Timur Tengah, dan Eropa, menyampaikan, “Hasil kesehatan yang meningkat di Indonesia akan sangat bergantung pada upaya terkoordinasi dan kolaboratif dari pemerintah dan mitra untuk menyesuaikan prioritas, kebutuhan, dan investasi, untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan terjadinya perubahan, dan mengalokasikan sumber daya yang cukup demi transformasi kesehatan digital.”

 

Bukan yang Pertama

Ini bukan kesempatan pertama PATH menjalin keterlibatan dengan pemangku kepentingan kunci di sistem kesehatan Indonesia.

PATH memiliki sejarah bekerja di negara ini sejak tahun 1980-an dan telah bekerja dengan Kementerian Kesehatan Indonesia dan mitra lokal untuk mengenalkan vaksin Japanese Encephalitis di program imunisasi rutin di negara ini.

Bahkan hingga meningkatkan akses dan pilihan tes HIV, mengakselerasi akses pada dan pemberian teknologi kesehatan baru untuk tuberkulosis, malaria dan penyakit tropis terabaikan, dan memperkuat akses pada perangkat kesehatan, termasuk perangkat perawatan pernapasan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan