Berdendang Bergoyang Festival Dihentikan Polisi, Pengamat Musik Wendi Putranto Berikan Opini

Berdendang Bergoyang Festival yang seharusnya diadakan tiga hari pada 28-30 Oktober 2022, harus terhenti hingga hari kedua saja.

Diperbarui 31 Oktober 2022, 09:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Bikin acara sebesar ini di GBK juga potensial clash dengan acara-acara besar lainnya. Kemarin BB Fest ini bentrok dengan Festival Jajan Bango, Green Festival dan INACRAFT, semuanya puluhan/ratusan ribu pengunjung, walhasil macet gila-gilaan di sekitar kawasan Senayan," tulis Wendi Putranto.

"Banyak artis yang mesti hadir awal banget atau kemudian tiba di venue telat dan berakibat rundown molor. Saya sendiri kebetulan survey lokasi sebelum hari-H dan info ke band agar datang tanpa bawa kendaraan pribadi untuk meminimalisasi risiko telat," tambahnya.

Masalah Lain

Selain itu, Wendi Putranto juga menyoroti hal-hal lain dalam festival tersebut mulai dari penanganan sampah, crowd control management, hingga show management. Terlepas dari itu, Wendi Putranto bersyukur Berdendang Bergoyang Festival tak berakhir seperti Tragedi Kanjuruhan. 

"Semakin banyak amatir bikin festival dengan ribuan/puluhan ribu penonton maka semakin dekat pula kita dengan Tragedi Kanjuruhan versi Musik. Untungnya itu tidak terjadi kemarin dan jangan sampai pernah terjadi di depan nanti. Demi showbiz yg lebih aman dan nyaman. Semoga!" tutupnya. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Surya Hadiansyah, Fadjriah Nurdiarsih, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan