Sukses

Baim Wong dan Paula Verhoeven Minta Doa Sebelum Jalani Pemeriksaan

Liputan6.com, Jakarta - Baim Wong dan Paula Verhoeven akhirnya memenuhi panggilan pihak kepolisian. Keduanya diperiksa terkait kasus konten prank KDRT yang beberapa waktu lalu diunggah di YouTube-nya.

Baim Wong dan Paula Verhoeven diperiksa di Polres Jakarta Selatan pada Jumat (7/10/2022). Baim Wong diperiksa pada pukul 14.00 WIB, sementara Paula Verhoeven pukul 16.00 WIB.

Mereka hadir sesaat sebelum pemeriksaan dimulai. Sebelum menjalani pemeriksaan, Baim Wong sempat melempar senyum ke pada para pewarta.

"Doain aja. Tidak ada persiapan, jalani saja dulu," kata pria bernama asli Muhammad Ibrahim.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Kaget

Sementara itu, Baim Wong mengaku tak menyangka bahwa konten Prank yang berawal dari iseng semata itu, berujung pada proses hukum.

"Iya kaget. Permisi ya," ucap Baim Wong sambil terus berjalan.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

2 Laporan

Seperti diketahui, Baim Wong dan Paula Verhoeven dilaporkan terkait konten video prank KDRT yang diunggah beberapa waktu lalu di YouTube-nya. Ada dua laporan yang masuk terkait kasus Baim Wong dan Paula Verhoeven ini.

Satu datang dari organisasi Sahabat Polisi Indonesia, dan satu lagi dari masyarakat berinisial M. Terkait kasus tersebut, pihak kepolisian sudah mengumpulkan bukti-bukti dan saksi-saksi.

4 dari 4 halaman

Imbauan

Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi pada Kamis (6/10/2022), mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

"Kemudian kita mempunyai imbauan agar masyarakat lebih hati-hati dalam menggunakan media sosial apabila melakukan aktivitas di media sosial ada pihak yang dirugikan pasti itu masuk dalam ranah pidana. Mari kita tegas menggunakan media, tegas artinya kita bisa memilah memilih apa yang bisa kita perbuat di media sosial." ucap Nurma Dewi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.