Gabriel Prince Mengaku Masih Cari Teman Dekat Via Aplikasi Biarpun Diidolakan Banyak Remaja

Siapa sangka pria muda berusia 18 tahun seperti Gabriel Prince masih memendam keinginan yang belum terwujud.

Diperbarui 26 September 2022, 19:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Gabriel Prince, seorang penyanyi, aktor, sekaligus content creator muda berbakat, pertama kali dikenal melalui konten-konten yang sering diunggah di Tiktok. Sosoknya dikenal sebagai salah satu selebriti pendatang baru yang sedang naik daun. Pengikut Gabriel Prince di media sosial sudah lebih dari 4 juta akun.

Memiliki wajah tampan serta sikapnya yang ramah kepada siapapun termasuk para penggemarnya, tak heran para gadis remaja dan wanita muda menjadikan Prince sebagai pujaan hati mereka. Namun, siapa sangka pria muda berusia 18 tahun ini memendam sebuah keinginan yang masih belum terwujud.

Prince rupanya mendambakan seorang pasangan yang bisa hadir dan menemani kesehariannya. Teman dekat yang dapat menjadi temannya bercerita, berbagi kisah, dan saling mendukung satu sama lain. Namun dengan jadwal dan agendanya yang padat setiap hari, Prince mengaku sulit untuk mengatur waktu dalam mencari sosok teman dekat yang diimpikannya.

"Jujur, belakangan aku suka kepikiran kalau misalnya punya teman berbagi yang ada buat kita setiap saat. The person who shares the joy and experience we'll go through, as well as the one who is always there to support me when I need her the most. Also a good thing kalau dia juga seseorang yang punya mimpi dan cita-cita yang ingin dikejar, jadi bisa berjuang bareng-bareng," ujar Prince dalam satu kesempatan.

 

Fungsi Media Sosial

Keinginan Prince ini bukanlah hal yang aneh. Menurut survei GlobalWebIndex pada 2021 lalu, 50 persen responden yang berasal dari generasi Z usia 16-23 tahun menggunakan media sosial dengan alasan utama untuk terus terhubung dengan teman ataupun keluarga.

Bagi generasi Z, frekuensi komunikasi melalui media sosial ataupun platform digital memainkan peranan penting dalam membangun dan menjaga hubungan pertemanan. Sebelum ada media sosial, interaksi sosial ataupun percakapan antar teman dapat terputus ketika terpisah jarak.

Kini hal tersebut tidak lagi menjadi masalah, khususnya bagi generasi Z yang kerap disebut sebagai “generasi internet”. Mereka telah terbiasa dengan berbagai perangkat teknologi dan inovasi dunia digital yang memastikan tetap terkoneksi dengan banyak orang, meskipun dalam dunia maya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Senada dengan mayoritas dari generasi Z tersebut, Prince pun mengaku berniat mencoba mencari sosok teman dekat tersebut melalui aplikasi social networking, bernama Omi.

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan