Inflencer Dokter Andhika Raspati Bahas Detak Jantung, Ajak Hidup Sehat dengan Beragam Teknik Olahraga

Di medsos, dr. Andhika Raspati, SpKO jadi pesohor. Akun Instagram terverifikasinya diikuti 130 ribuan orang. Baru-baru ini ia mengulas detak jantung maksimal

Diperbarui 15 September 2022, 08:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Di medsos, dr. Andhika Raspati, SpKO telah jadi pesohor. Akun Instagram terverifikasinya diikuti 130 ribuan orang. Digelari influencer, ia menyita perhatian netizen gara-gara rajin mengedukasi publik lewat konten serius yang dikemas komedi.

Baru-baru ini, ia berbagi informasi tentang detak jantung maksimal dan meluruskan sejumlah salah kaprah yang menyertainya. Benar, bahwa detak jantung ada rumus perhitungannya.

“Pernah dengar bahwa yang namanya jantung itu mesti dipantau dan ada hitungannya. Mungkin rumus yang paling terkenal, yang suka beredar di grup WhatsApp itu adalah 220 dikurangi usia. Kalau ada yang pernah dengar, itu valid,” kata Andhika Raspati.

Rumus paling sederhana adalah 220 dikurangi usia seseorang. Misalnya Anda berusia 40 tahun maka secara teori, nadi maksimal Anda 220 dikurangi 40 tahun yakni 180. Artinya detak nadi maksimalnya 180 kali per menit.

 

70 Persen

Faktanya, dalam berolahraga, acapkali mesin pendeteksi memperlihatkan detak jantung alias heart beat melebihi detak maksimal. Ini acapkali membuat orang yang sedang berolahraga berpikir jangan-jangan ada yang salah dengan “ritual” olahraganya.

Andhika Raspati mengulas, banyak informasi yang bertebaran di grup WhatsApp menyebut bahwa idealnya saat berolahraga, detak jantung sebaiknya dijaga di kisaran 70 persen dari detak maksimal.

“Artinya kalau 180 maka 70 persennya paling cuma 120 atau 130-an. Itu kalau misalnya kita pakai buat yang mengejar performa, banyak yang mengernyitkan dahi dan bilang: Hah segitu doang? Gue kalau gowes sampai 140, 150 bahkan ada yang 170, itu bagaimana?” urainya.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Lewati Nadi Maksimal

“Bisa enggak kita melewati nadi maksimal? Bisa, ternyata. Sudah banyak penelitian bahwa angka maksimal itu bukan berarti kita enggak bisa lewati, karena saya banyak banget melihat orang-orang latihan hingga mencapai 103 persen atau 105 persen,” ujar Andhika Raspati.

>Namun ia mengingatkan, saat ketahuan mendekati atau melewati batas maksimal nadi, maka harus dicek secara medis kondisi jantungnya sehat apa enggak. Ada masalah pembuluh darah jantung tidak? Ada masalah pompa jantung tidak.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Bisa (melewati batas detak maksimal), tapi dengan berbagai catatan,” ulasnya dalam peluncuran Welspro di PIK Jakarta, baru-baru ini. Andhika Raspati mengingatkan hidup sehat bisa dicapai salah satunya dengan konsisten menjalani beragam teknik olahraga.

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan