Pilates Re Bar Bawa Metode dari Jepang Setelah Buka Cabang Ketiga

Pilates Re Bar hadir di Karawaci untuk membawa Pilates dengan Reformer, dikombinasikan metode Kaizen dari Jepang.

Diperbarui 26 Juni 2022, 12:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pilates Re Bar kembali membuka (soft opening) studio ketiga. Tepatnya di Karawaci, Kota Tangerang. Mereka berusaha melanjutkan kesuksesan cabang pertama (Pluit, Jakarta Utara) dan ketiga (Kelapa Gading, Jakarta Utara), beberapa waktu lalu. 

Studio ketiga dibuka pada Rabu, 22 Juni 2022. Investor dari PT DMS Pilates, Masaharu Suzuki, mengatakan pilihannya membuka cabang studio ketiga di Karawaci karena prospek yang menjanjikan secara bisnis.

“Karena pilates masih menjadi olahraga untuk kaum high end. Memang, di masa yang akan mendatang, kita berusaha membuat yang lebih merakyat. Tapi, karena kita ada alat dan sebagainya, maka kita masuk ke tempat yang representative. Pemilihan lokasi Karawaci seperti itu, ya,” kata Masaharu Suzuki.

Masaharu Suzuki menambahkan ini merupakan outlet ketiga yang dibiayai oleh investor Pilates Re Bar dari Jepang.

“Kami lihat, track record (cabang) pertama dan kedua sangat bagus. Nanti kita akan lihat dahulu. Ini invest-nya ramai-ramai dari Jepang. Ketika ini nanti juga bagus, kita akan ajak lebih banyak lagi investor dari Jepang untuk berinvestasi di Pilates Re Bar di Indonesia,” jelasnya.

 

Metode Olahraga Low-Impact

Diketahui, pilates adalah salah satu metode olahraga low-impact yang berfokus pada penguatan otot, perbaikan postur, dan fleksibilitas.

Jika Anda sedang mencari olahraga yang bisa membuat Anda memiliki otot kencang tanpa terlihat besar, keseimbangan serta kekuatan tubuh yang baik, dan membantu mengurangi rasa sakit atau cidera, Pilates adalah pilihan olahraga yang tepat.

Gerakan olahraga Pilates sendiri, banyak melibatkan penggunaan core muscles dengan gerakan yang lambat, eksentrik, dan terkontrol. Pilates menitikberatkan teknik pernafasan, keselarasan tubuh, koordinasi, dan keseimbangan.

Joseph Pilates, penemu dari metode Pilates, pada awal tahun 1900 menciptakan metode ini untuk memungkinkan tubuh seseorang bisa bergerak dengan mudah, kuat dan efisien.

“Pilates bukan gym, tapi kami menunjang kegiatan fitnes-fitnes yang lain agar orang lebih kuat. Badan di postur tubuh dibetulkan, dan sebagainya,” ujar investor dari PT DMS Pilates, Masaharu Suzuki.

 

Makna Khusus

Selain itu diberi nama Pilates Re Bar, sebab memiliki makna khusus, agar terkesan casual dengan penggunaan kata ‘Bar’.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Sebenarnya, ‘bar’ yang dimaksud adalah meja tinggi. Dalam posisi berdiri, itu semua aktif. Kata ‘Re’, dari kata pilates ‘reformer’, yaitu alat reformer yang digunakan, di mana tubuh kita di re-condition, re-strengthen, dan re-fix. Lalu, apa yang membedakan studio Pilates Re Bar dengan pilates sejenis di tempat lain di Indonesia? “Ini root-nya ada di Jepang. Jadi, kami investor juga percaya bahwa kita bisa berekspansi dengan kualitas yang sama. Di sini ada alat dan juga hospitality. Trainer menyampaikan dengan benar dan bisa diterima. Makanya, hospitality ini sangat Jepang banget, ya. Maka, kami melihat pendidikan ke trainer ini salah satu perbedaan fitness center lain dengan Pilates Re Bar. Bahkan alat pun kami bawa dari Jepang langsung ke Indonesia,” tambah Masaharu Suzuki.  

Halaman
Show All
Surya Hadiansyah, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan