Kondisi Yadi Sembako Memprihatinkan Selama Pandemi, Hampir Kehilangan Rumah dan Sempat Sakit Parah

Selama pandemi COVID-19, kondisi keuangan Yadi Sembako sempat menurun drastis, disusul dengan menderita penyakit akut.

Diterbitkan 31 Mei 2022, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Komedian Yadi Sembako yang dahulu dikenal dengan fisiknya yang subur dan perawakan ceria, kini berubah drastis menjadi terlihat kurus. Di balik penampilannya itu, rupanya selama pandemi COVID-19, kondisi keuangan Yadi menurun drastis yang disusul dengan menderita penyakit akut.

Diakui oleh Yadi, ia sempat menderita penyakit lambung akut serta gula darah yang membuat berat badannya turun drastis dari sekitar 70 kilogram menjadi 59 kilogram. Penyakitnya itu membuat Yadi tak lagi bisa menikmati makanan pedas kesukaannya.

Kondisi kesehatan Yadi yang buruk kala itu sempat membuatnya kehilangan kesadaran di rumah sakit. Bahkan awalnya ia sampai enggan memberitahukan penyakitnya ini kepada orang-orang terdekat sampai akhirnya tersebar setelah ia bercerita pada satu orang.

Tak hanya itu. Sebelum penyakitnya sempat parah, Yadi harus mengalami kondisi keuangan yang menurun drastis. Sampai-sampai, Yadi mengaku sempat sampai pada titik dirinya mengalami kebangkrutan.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Drop Dua Bulan Sebelum Lebaran

Penyakit Yadi Sembako baru dirasakan makin parah dua bulan sebelum Lebaran kemarin. Ia sempat merahasiakan kondisinya meskipun akhirnya diketahui oleh para sahabatnya.

"Awalnya dulu saya punya lambung yang akut banget, enggak bisa makan pedas. Dulu doyan pedas, sekarang enggak boleh pedas dikit langsung mual," ujar Yadi seperti disampaikannya kepada Ruben Onsu melalui kanal YouTube MOP Channel.

"Awalnya itu, dua bulan sebelum Lebaran nge-drop banget, di rumah sakit. Saya tadinya enggak mau kasih tahu ke teman-teman. Tapi kasih tahu asisten, cerita ke teman-temannya. Padahal saya enggak mau mereka tahu," kata Yadi.

 

Kondisi Terparah

Salah satu kondisi terparah yang pernah dirasakannya selama menderita penyakit tersebut adalah kehilangan kesadaran selama dirawat di rumah sakit.

"Saya sempat hilang (kesadaran) 1 jam 15 menit. Napas masih ada, cuma saya sudah hilang, saya mata merem. Kata keluarga saya cuma keluar air mata saja," ujar Yadi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

"Saya mendapatkan pengalaman selama itu merasa seperti berada di Arab bertemu orang-orang memakai imama (sorban). Sampai saya bertemu orang yang sudah meninggal dan masih hidup... Bilang, 'Balik Yadi, belum waktunya.' Enggak berapa lama saya sadar, keluarga pada senang, menangis," ujarnya diiringi rasa bersyukur kepada Sang Khalik.

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan