Resensi Film Suzhou River: Dihargai 45 Ribu Yuan, Seorang Gadis Nekat Terjun dari Jembatan

Suzhou River karya sineas Lou Ye sebenarnya dirilis tahun 2000. Lewat proses remastered, film ini kembali menyapa publik. Berikut resensi film Suzhou River.

Diterbitkan 23 Mei 2022, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kesan Pertama, Terasa Personal

Kesan personal menyeruak lewat sudut pandang subjektif yang konsisten dibidik sinematografer Yu Wang meminjam mata videografer, sang tokoh utama sekaligus pembawa narasi.

Walhasil gambar yang dihasilkan mungkin tak 100 persen memenuhi kaidah estetika. Mengingat, visual yang disajikan adalah hasil bidikan videografer. Kadang, muka tokoh memenuhi layar. Kadang tampak buram.

Ujug-ujug, tokoh yang direkam muncul dari jauh, haha-hihi lalu pergi seenaknya seolah tidak memperhatikan blocking kamera dan sebagainya. Namun di sinilah keasyikannya.

Penokohan Tumbuh Secara Organik

Selain terasa personal, penokohan tumbuh secara organik. Cara menyeberang Meimei dari tolah-toleh lalu sedekap sambil melenggang, selamanya akan menjadi miliknya.

Di sisi lain, ada Moudan yang sejatinya manja dan kurang kasih sayang. Ekspresinya alami dari takut kehilangan, mabuk, merasa dicintai, marah campur patah hati dan sebagainya.

Pujian patut diberikan kepada Zhou Xun yang berhasil membangun dua tokoh beda watak dengan sama alaminya. Meimei dan Moudan adalah primadona tak terlupakan di sini.

Imbangi Daya Tarik

Di sisi lain, performa Jio Hongsheng sebagai Mardar mampu mengimbangi daya tarik Zhou Xun. Keduanya menganyam kisah cinta tragis lewat pertautan emosi dengan latar belakang terang.

Sineas Lou Ye yang menyutradarai dan membidani cerita ini memoles kisah cinta dua pasang manusia dengan tingkat keintiman yang terus menanjak. Ia hanya butuh waktu kurang dari 90 menit untuk bertutur dengan problem dan emosi terukur.

 

Jati Diri Sungai Suzhou

Menyimak film ini, membuat audiens memaknai kembali cinta, kehilangan, dan bilur penyesalan. Kita tak perlu meragukan kepiawaian Lou Ye dalam mengemas cerita termasuk sudut pandang penokohan yang tajam sejak awal. Ia sedetail itu.

Jati diri sungai Suzhou yang menjadi judul film ini tak hanya disajikan lewat banyak tempat dan orang-orang yang “bertarung” di sana, melainkan juga dari pewarnaannya yang kumuh sekaligus pucat. Pas dengan emosi yang dimuat film ini.

 

 

 

Pemain: Jio Hongsheng, Zhou Xun, Hua Zhongkai, Nai An, Yao Anlian

Produser: Philippe Bober, Nai An

Sutradara: Lou Ye

Penulis: Lou Ye

Produksi: Coproduction Office, Essential Filmproduktion GmbH

Durasi: 78 menit

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan