Nah, saat live itu ada permintaan fans agar mereka—tanpa Nabila—membawakan beberapa lagu penyanyi lain. Tri dan Zidan memilih lagu Kangen Band, Armada, Agnez Mo, Iwan Fals, Ebiet G. Ade, dan Rhoma Irama. Sebagai spesialis pembawa lagu-lagu cover version mereka punya keahlian menekuk-nekuk vokal dan mimik wajah mendekati ekspresi penyanyi aslinya. Namanya juga impersonasi dengan mereka sebagai impersonator.
Sampai di sini tak ada masalah. Toh begitu banyak impersonator di dunia hiburan baik parodi atau nonparodi. Salah satu yang paling sohor adalah Alfred Matthew ‘Weird Al’ Yankovic, yang banyak memparodikan lagu penyanyi dunia dan, uniknya, lagu-lagu versi Weird Al malah bisa tembus tangga lagu Billboard atau bahkan diputar di kanal musik MTV meski aransemen lagunya plek ketiplek sama dengan lagu asli, hanya mengubah kata dan judul lagu.
Parodi Artis Ternama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3896334/original/098400000_1641454211-244466113_206198768276102_5664635153488069869_n.jpg)
Balik pada acara Tri dan Zidan, sepanjang lagu dibawakan—Tri menggenjreng gitar duduk bersila di depan kamera sembari menyanyi, dan Zidan di belakang juga menimpali dengan vokalnya—keduanya berulang kali terkikik geli. Kadang-kadang sembari memeyot-meyotkan mulut mereka secara atraktif atau membekap mulut sendiri untuk menahan ledakan tawa. Terutama dilakukan Zidan yang (tampaknya) gampang terpingkal-pingkal.
Menutup mulut saat tertawa—pada sebagian besar situasi sosial—adalah selaras dengan tata krama Timur warisan leluhur. Tetapi kali ini berbeda menurut tafsir mayoritas warganet yang menonton video itu—yang entah mengapa—baru viral sejak 21 April pekan lalu.
Tak cuma itu. Sejak kemarin muncul kerat video selanjutnya dimana mereka melakukan parodi terhadap Iwan Fals (dilakukan Tri) dan Ebiet G. Ade serta Rhoma Irama (oleh Zidan). Dari segi vokal, kemiripan yang tercipta lumayan mengagumkan. Membuktikan Tri dan Zidan memang punya bakat impersonator.
Reaksi yang Sang Target Parodi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3858778/original/049550000_1640786783-8e27bac2-d352-471d-83a6-84c4437811d5.jpg)
Masalahnya, lagi-lagi, ya soal cengangas-cengenges sepanjang lagu yang dilihat netizen sebagai ledekan terhadap tiga ikon musisi tanah air yang sudah sampai tahap legenda hidup di genre masing-masing. Maka muncul imbauan baru dari sebagian netizen yang kalap agar “kawal kasus Tri-Zidan, miskinkan sampai mereka jadi pengamen lagi.”
Menanggapi perkembangan terbaru ini, Andika Kangen Band mengimbau agar warganet segera menyudahi. “Saya sudah ikhlas memaafkan mereka. Apalagi saat kita sedang di bulan puasa. Semua orang pernah salah,” katanya dalam podcast dengan Deddy Corbuzier, kemarin (Rabu, 27/4).
Adapun kepada kedua juniornya, Andika menenteramkan mereka dengan mengatakan bahwa “semoga Allah akan meningkatkan derajat kalian melalui peristiwa ini. Diambil saja hikmahnya.”
Perkara Simbol
Mengapa kisruh parodi menjadi tragedi ini terjadi? Saya melihatnya dari kegagalan—atau lebih tepatnya pada kebelumpahaman—Tri dan Zidan terhadap makna-makna dalam interaksionisme simbolis. Ada simbol-simbol universal yang sudah disepakati bersama di belahan dunia mana pun, namun ada juga simbol-simbol yang rawan dalam perbedaan tafsir kerumun.
Simbol universal yang tak mungkin disalahartikan warga dunia contohnya lampu lalu lintas. Merah adalah tanda berhenti, kuning tanda harus memelankan kecepatan, dan hijau tanda boleh melaju. Ini simbol yang disepakati di semua negara.
Tak ada komunitas yang membuat lampu lalu lintas dengan pilihan warna sendiri, misalkan mengganti dengan lampu warna nila, ungu, dan jingga. Tak ada.
Canda Melebihi Takaran
Tetapi menyangkut selera humor, urat tawa manusia berbeda-beda. Jika parodi dilakukan oleh komika (stand-up comedy) atau pelawak dalam sebuah pertunjukan, publik masih mafhum. Bahkan presiden pun bisa diparodikan seperti dulu kerap dilakukan seniman Butet Kertaradjasa yang piawai melakukan impersonator terhadap Pak Harto. Itu dilakukan Butet bukan hanya 1-2 kali, melainkan berkali-kali, dan dia tak pernah tersandung kasus hukum yang diperkarakan Keluarga Cendana karena merasa terhina, misalnya.
Kegagalan memahami simbol oleh Tri-Zidan ini karena mereka adalah penyanyi junior yang melakukan parodi terhadap para senior dalam sebuah manner yang kurang patut. Tekor attitude. Sekiranya sejak awal Tri-Zidan memahami konstelasi dunia simbol—yang eksis di setiap dunia profesi—mereka tak akan terempas sekeras dan setelak ini.
Saya sendiri berpendapat setelah menganalisis gestur Tri dan Zidan dalam video parodi serta menyimak belasan video dan podcast yang menghadirkan keduanya sebagai bintang tamu—selalu dengan wajah pucat dan tegang—sejatinya mereka hanya melakukan overjoke. Canda yang melebihi takaran tanpa punya niat (sengaja) menghina senior-senior mereka seperti anggapan sebagian besar netizen yang murka.
Bersambung
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111045/original/054516000_1783054306-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-03T114409.776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4004392/original/011738000_1650730023-zsss.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9105249/original/065305000_1783042685-por7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111027/original/077801500_1783052609-AP26183730218725.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111051/original/091108400_1783054834-063_2284419230.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Sriwijaya Health Institute dan Seminar](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/5UbAqgMd6g-YSevml2-AajCyqxA=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8400605/original/017661300_1782282272-Prof_Tjandra_Yoga.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Dampak Dolar Naik pada Sektor Kesehatan](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/Q9-lUovhGJCd7jji83gha2y-j_o=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5456539/original/029590800_1766901849-WhatsApp_Image_2025-12-28_at_10.08.30_AM.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Harapan untuk Ebola](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/wF8URfnt7HTBaMSpz-AwATdqsVc=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5363781/original/020508200_1758964473-WhatsApp_Image_2025-09-27_at_14.47.09.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Kaitan Rokok dan Tuberkulosis](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/bu9mGy89h2m_VVivFIn7y_7cuIQ=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7428244/original/002982300_1780205213-WhatsApp_Image_2026-05-31_at_11.27.47_AM.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 7 Hal tentang Ebola yang Mengkhawatirkan](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/twPOIRDCvezlEmXRb1Seid_WusM=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539825/original/043946800_1774625222-WhatsApp_Image_2026-03-27_at_18.36.08.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 5 Hal tentang Hantavirus di Kapal Pesiar](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/MwVYjLpT6BXZx8brpUw3-BlkvYA=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5533468/original/037178300_1773738302-Tjandra_Yoga_Aditama.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Lulus Magister di Usia 70 Tahun](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/Di3DyVyIgXztGkLJrWp8pwR32Wc=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569970/original/042471300_1777466043-Prof._Tjandra_Yoga_Aditama.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 8 Hal tentang Tuberkulosis dan Diabetes Melitus](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/M31ygR8CiVbvv4Iyof53quZBApU=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5565374/original/062470600_1777021199-Screenshot_2026-04-24_155805.jpg)