Resensi Film Nitram: Napak Tilas Pembantaian di Port Arthur 1996, Akting Caleb Landry Jones Bersinar Terang

Nitram yang berjaya di Festival Film Cannes 2021 didasari kisah nyata pembantaian di Port Arthur, Australia, pada 1996. Berikut resensi film Nitram.

Diterbitkan 02 April 2022, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ia perlu menerima fakta bahwa anaknya “spesial,” suaminya tak punya karier mapan, sejumlah pinjaman yang mesti dipertanggungjawabkan, dan setumpuk masalah lain. Kehadiran Helen tak serta merta menyelesaikan masalah.

Tampak Depresif

Intinya, Nitram adalah gambaran orang-orang bermasalah yang tak tahu harus berbuat apa lalu mencari solusi. Ndilalah, solusinya memantik masalah baru. Dari menit awal, Nitram tampak depresif. Makin kelam karena pewarnaan film ini didominasi earthy tone.

Di tengah rentetan konflik yang “berkabut,” akting para pemain bersinar. Caleb Landry Jones juaranya. Rambut acak-acakan, gondrong, dengan visual yang mencerminkan betapa baunya orang ini. 

Caleb dengan jeli mempresentasikan bahwa kelabilan itu dipicu kegagalan mengenali diri sendiri. Ia berkaca dan gagal paham wajah siapa yang tampak di cermin. 

 

Hidupnya Sekelam Itu

Maka jangan gondok jika Caleb mengeksekusi karakter ini dengan asal berbuat, tak berpikir panjang, apalagi mempertimbangkan akibatnya. Hidupnya sekelam itu.

Fokus sineas Justin Kurzel bukan membeberkan seberapa parah pembantaian yang terjadi di Port Arthur. Melainkan, bagaimana monster berupa manusia ini terbentuk, dengan premis sederhana, bahwa akibat dipicu sebab.

Yang terjadi di sepanjang film yakni kegagalan anak mengenal diri sendiri. Ketidakberdayaan ayah memimpin keluarga. Dan keputusasaan ibu mendidik satu-satunya buah hati. Caleb yang diganjar Best Actor di Festival Film Cannes tak bersinar sendirian di film ini. 

 

 

Masalah Menggunung

Judy Davis dalam sebuah dialog menggambarkan kebingungan tokoh yang diperankannya, antara mensyukuri anak atau sebaliknya mengutukinya. Ia tampak lebih keriput di film ini. Tampak jelas masalah yang menggunung dari air mukanya.

Anthony LaPaglia sukses menarik simpati penonton, khususnya di babak akhir film. Essie Davis juga bukan sekadar tempelan. Kali pertama muncul, aroma kesepian segera mencuat.

 

Studi Kasus

Bagi Anda yang sedang bad mood, Nitram yang depresif bisa jadi bukan tontonan pas. Hampir dapat dipastikan Nitram malah akan memperburuk suasana hati Anda. Namun, jika sedang senggang dan berniat belajar tentang perilaku manusia, Nitram adalah studi kasus mendekati ideal.

Sebuah tragedi telah terjadi. Sebuah pemerintahan telah memformat ulang kebijakan kepemilikan senjata gara-gara tragedi ini. Sebuah pelajaran tentang fungsi anggota keluarga dipetik penonton. Nitram dapat Anda saksikan secara legal via KlikFilm.

 

Pemain: Caleb Landry Jones, Judy Davis, Essie Davis, Anthony LaPaglia, Rick James, Phoebe Taylor

Produser: Nick Batzias, Virginia Whitwell, Justin Kurzel, Shaun Grant

Sutradara: Justin Kurzel

Penulis: Shaun Grant

Produksi: Good Thing Productions, Wild Bunch International, Melbourne International

Durasi: 112 menit

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Zulfa Ayu SundariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan