Dalam ajang tersebut, Niniek sukses melibas nama-nama aktris senior dan top, yakni Ria Irawan, Rima Melati, Rina Hassim, dan Ully Artha.
Â
Kemenangan Kedua
![[Bintang] Nini L. Karim](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/m6BoFtXgaTJcvjcW0sIymh16cf4=/640x853/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1043943/original/bf619b8a68ca4f8f1f4a5910a0446516m__8_.jpg)
Setelah tampil di film Ibunda, pada 1988, Niniek kembali tampil di depan kamera dalam film Pacar Ketinggalan Kereta yang juga dibintangi Tuti Indra Malaon. Lagi-lagi, berkat film yang dibintanginya ini, ia menyabet Piala Citra.
Dalam ajang FFI 1989 itu, Niniek kembali memenangkan kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik berkat perannya sebagai Tante Retno dalam film yang kembali disutradarai Teguh Karya tersebut.
Â
Jeda di Era 1990-an
Meskipun namanya bersinar pada era 1980-an, Niniek L Karim tampaknya menikmati fokusnya sebagai seorang dosen dan psikolog sepanjang era 1990-an. Tercatat hanya dia film yang ia mainkan, yakni Oom Pasikom pada 1990 dan Sri pada 1997.
Pada era ini memang industri perfilman Tanah Air sedang dalam masa lesu. Namun, pada dekade selanjutnya, ia menampakkan kembali taringnya dalam berakting.
Â
Era 2000-an
Pada tahun 2001 setelah memasuki usia 50-an, Niniek mengambil peran sebagai wanita lanjut usia dalam film Ca Bau Kan. Peran sebagai nenek dilanjutkannya dalam film Garasi. Ia melanjutkan perannya dalam film Ungu Violet, May, dan Ketika Cinta Bertasbih dan Ketika Cinta Bertasbih 2.
Akting Niniek sebagai ibu bernama Malikatun dalam Ketika Cinta Bertasbih 2 membuatnya masuk nominasi FFI 2009 meskipun tak dimenangkannya. Ia juga masuk nominasi Pemeran Pembantu Wanita Terpuji Film Bioskop di Festival Film Bandung 2010.
Namun begitu, film tersebut membawanya pada kemenangan di Indonesian Movie Actors Awards 2010 kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.
Film Emak Ingin Naik Haji menjadi penutup kiprahnya sepanjang era 2000-an. Namun perannya sebagai Hj. Markonah dalam film ini, tak mengantarkannya masuk nominasi Pemeran Pembantu Wanita Terbaik di ajang manapun.
Â
Era 2010-an
Pada era 2010-an, terdapat belasan film yang diperankan oleh Niniek L Karim. Sebut saja Bahwa Cinta Itu Ada, Red CobeX, Hasduk Berpola, Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar, Sweet 20, Susah Sinyal, sampai Calon Bini.
Pada era ini, Niniek menjadi sorotan kembali lantaran perannya sebagai Fatmawati dalam Sweet 20. Film ini berhasil membuatnya masuk nominasi sejumlah penghargaan.
Namun, ia sukses menyabet Pemeran Pendukung Wanita Terfavorit di ajang Indonesian Movie Actors Awards 2018.
Di tahun yang sama, Niniek juga masuk dalam nominasi Indonesian Box Office Movie Awards 2018 sebagai Pemeran Pendukung Wanita Terbaik untuk film Susah Sinyal. Namun ia tak meraih kemenangan.
Â
FTV dan Web Series
Selain film layar lebar, Niniek L Karim juga mengambil peluang untuk berakting di sejumlah film televisi (FTV) dan juga web series (seri web).
Kiprahnya di FTV sudah dimulai sejak 2013 melalui beberapa judul film. Sedangkan keterlibatannya di seri web baru dimulai sejak Knock Out Girl yang tiba pada 2018 lalu.
Ia kemudian tampil sebagai tamu di Magic Hour the Series 2 dan terlibat dalam seri web Work From Home, Awal & Akhir, hingga yang terbaru adalah Married with Senior.
Â
Patut Diingat
Niniek L Kariem serta kehidupan dan kariernya yang tak terlalu berliku namun penuh dengan prestasi ini, patutlah menjadi inspirasi bagi semua lapisan masyarakat Indonesia.
Sehingga, tak salah bila ia menjadi salah satu artis kawakan yang namanya patut diingat generasi masa kini. Di masa depan, Niniek L Karim juga pantas masuk dalam jajaran aktris legendaris Tanah Air.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
![[Bintang] Nini L. Karim](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/5VdvGfaa3r4pZ5XFfhDN6HiJb34=/1280x720/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1043941/original/3719df7eab4f7327f1e71b34e50a4edem__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102315/original/016806000_1783041300-063_2284404120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102311/original/030973200_1783041297-063_2284405483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)