Ryan LH Kemas Pameran Foto Mobil Antik dengan Nuansa Modern

Mantan fotografer Ryan LH menggelar pameran foto mobil antik bertajuk LAFF, LYFE, COLORY.

Diperbarui 19 November 2021, 14:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ryan LH, mantan fotografer dan wartawan yang kini jadi pengusaha dan pemilik event organizer di Bandung) menggelar pameran foto mobil antik bertajuk “LAFF, LYFE, COLORY” Acara ini diselenggarakan di Maranatha Art Space, Bandung dari 18-26 November 2021.

Pameran ini boleh dibilang unik. 19 buah foto print on canvas dan print on block itu hanya memperlihatkan bagian tertentu dari mobil Ford, Chevrollet, Fiat, Cadillac, dan lain-lain.

“Semua foto saya capture dengan Iphone 11 Pro di Museum Angkut Malang,” kata Ryan LH di Bandung, 15 November 2021.

 

Tak Harus Memiliki

Sebagai penggemar fanatik, menurut Ryan cinta pada mobil antik tak harus memiliki atau menungganginya.

“Dengan hanya memandang saja, sudah memberi kebahagiaan yang murah meriah. Apalagi bisa memotretnya!” kata Ryan.

Awalnya, hasil capture foto berupa handel pintu, lampu lampu, bagasi, kap terkelupas dan berkarat dari mobil Antik, hanya jadi hiasan dinding di rumah maupun kantornya.

“Beberapa teman yang melihat, kemudian memberi usul, bahkan mendesak foto-foto itu untuk dipamerkan,” kata Ryan yang mengaku objek foto ini mengingatkannya akan seni rupa foto karya Agus Leonardus di pameran “Kata Hati” tahun 1995 di Yogyakarta.

“Saat itu, saya masih duduk di semester-1 di jurusan Fotografi, Fakultas Media Rekam, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta!” ujar Ryan mengenang.

 

Pameran Setelah 18 Tahun

Fotografi memang bidang studi Ryan. Sepanjang kuliah, ia telah menggelar enam kali pameran foto. Dan terakhir pada tahun 2003.

Setelah lulus kuliah, Ryan sibuk jadi wartawan di Majalah News Musik dan tabloid Koranku kemudian membuka bisnis event organizer. Sesekali, ia masih memotret, tapi pameran tak tersentuh lagi.

Teman semasa kostnya di Yogjakarta, Dr. Ismet ZE, M.Sn, yang kini Kaprog Sarjana Seni Universitas Kristen Maranatha, mengingatkan dan menantang Ryan untuk berpameran lagi. Ia bahkan menyediakan tempat pameran sekaligus jadi kurator.

Sementara itu, Risman Marah, dekan semasa Ryan kuliah yang juga menjadi kurator pameran sekaligus menulis kata pengantar di buku acara, menyebut potongan-potongan mobil yang dicapture Ryan, berubah menjadi bentuk wajah manusia, topeng primitif, mulut dan mata sebuah robot besi dan lain-lain.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Sebuah karya seni terkadang memang multi-interpretasi, sehingga para penikmat bebas menterjemahkan bentuk-bentuk yang dilihatnya sesuai stimulus masing-masing!” tulis Risman Sang Dekan.

Halaman
Show All
Hernowo Anggie, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan