Film Kartu Pos Wini Menyorot Kisah Seorang Gadis Pengidap Kanker Darah

Film Kartu Pos Wini menyorot gadis milenial yang terobsesi dengan cita-cita sebagai staf kantor pos namun ia berhadapan dengan sahabat penanya serta seoang anak penderita kanker darah.

Diterbitkan 15 November 2021, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Isu Kanker

Sisi lain film Kartu Pos Wini yang menjadi daya tarik adalah keinginan pembuat film mengangkat isu penyakit kanker. Film KPW menjadi semacam literasi bagaimana menjadi keluarga, sahabat, dan kerabat yang memperlakukan penderita kanker dengan semena-mena.

Dari situlah Sinemata menggandeng Yayasan Kanker Indonesia dalam memproduksi KPW. Yayasan Kanker Indonesia memiliki jaringan cabang di seluruh Indonesia dan perannya sudah diakui lebih dari empat dekade. Sinemata sebagai rumah produksi, ingin KPW tidak menyesatkan dalam produksinya.

 

Sinopsis Film

Sejak kecil, Ruth terobsesi menjadi staf kantor pos. Hanya Reza Asa Permana yang memahami keinginan Ruth. Reza pula yang mendorong Ruth meraih angannya. Reza adalah sahabat pena Ruth selama 18 tahun tanpa pernah bertemu.

Reza bersekolah dokter di Belanda. Rosiana mengantar putrinya, Wini, mengirim kartu pos. Kartu pos untuk Tuhan dengan alamat surga. Ruth bingung, tapi Rosiana meminta Ruth menerima saja kartu pos Wini.

Wini adalah penderita kanker darah. Lewat kartu pos untuk Tuhan, ia bisa berkeluh kesah ingin sembuh dan membuat bundanya bahagia. Bertemu Wini menjadi pengalaman tak terlupakan dalam hidup Ruth.

Ruth lalu minta Reza agar bisa menjadi sponsor pengobatan Wini di Belanda. Reza pun setuju. Namun, teman main Ruth semasa kecil, Kris, hadir lagi dalam kehidupan Ruth.

Bukan sebagai pengganggu, kehadiran Kris membuat Ruth ragu dengan pilihan cinta jarak jauhnya bersama Reza. Olok-olok masa kecil Kris terhadap Ruth masih membekas. Sahabat pena adalah pacar halusinasi.

Sebelum bertemu Ruth, Wini mendapatkan rasa percaya dirinya dari Kris yang selalu memotretnya. Kris pula yang mengajak Wini mendatangi kelompok sesama penderita kanker.

 

Tanpa Adegan Menguras Air Mata

"Ruth, Kris, Wini, Reza, memiliki tautan cerita yang menjadikan film Kartu Pos Wini menarik tanpa perlu adegan menguras air mata. Relasi mereka menjadi kelindan cerita menarik, unik, dinamis dan menumbuhkan empati," Aris Muda Irawan menilai.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan