Review Film Eternals: Produk Marvel Yang Bikin Pangling, Syahdu Lembut Tapi Sensor Mengganggu

Eternals viral karena penilaian terhadap film ini terpecah jadi dua kubu. Penonton menyukai, kritikus mencaci. Seperti apa?

Diterbitkan 13 November 2021, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Bisa jadi, yang dimaksud terpapar karena Zhao menampilkan gambar serbaindah. Percakapan dua insan dengan latar paparan sinar matahari, lanskap pohon yang meranggas dilatari langit keemasan, pose para Eternals yang kelewat tertata bahkan setelah menyelesaikan misi bahaya.

Terlalu Elok?

Untuk ukuran produk Marvel, Eternals terlalu elok. Belum lagi, gaya penuturan syahdu juga lembut. Berganti tempat, Chloe menjelaskan dengan detail dari penokohan, prosesi yang dijalani satu-dua tokoh, bila perlu mengilas balik.

Sementara kebanyakan film Marvel menjelaskan penokohan dengan teknik bergegas “sambil jalan.” Yang dilakukan Chloe Zhao mungkin mengkhianati pakem tak tertulis. Hasilnya, tiap tokoh di Eternals tampak lebih utuh, bernyawa, dan sejernih kristal.

Namun kadang, detail-detail yang dihadirkan tak sepenuhnya penting. Bisa diperingkas. Nah, di sinilah mungkin keluhan rada membosankan berasal. Durasi 157 menit lalu dinilai kepanjangan. Adegan aksi khas Marvel yang grande dengan selera humor yang berkelebatan absen di sini.

 

Bikin Pangling

Termasuk saat Thena hendak melawak soal pidato untuk membangkitkan sisi kepahlawanan Sersi, gagal lucu. Menguap begitu saja. Citra yang terbentuk dari Eternals, puitis, syahdu, serius, lembut, dan seolah produk Marvel ini ganti roh serta kemasan.

Padahal, menurut kami tak ada salahnya dengan pola penuturan dan pengemasan Chloe Zhao di Eternals. Bikin pangling di awal, namun setelah menyelami kisahnya dengan utuh, film ini menarik sekaligus mengena.

Ia membawa pesan penting bahwa tak harus punya alasan khusus untuk menyelamatkan sesama makhluk. Naluri dasar manusia adalah menyelamatkan apa yang mereka cintai. Sampai di sini, terjadi titik balik cerita.

 

Ditanggapi Beragam

Eternals yang adem ayem lalu bergulir lebih cepat. Meski klimaksnya tak seseru yang diharapkan banyak orang namun bagi kami, kisah yang dibawa Chloe Zhao lebih dari cukup. Eternals tidak buruk.

Keputusan Chloe Zhao dalam mengemas kisah ini memang ditanggapi beragam, namun hasil akhirnya bagi kami masih bisa dipertanggungjawabkan atas nama seni dan pengalaman sinematik.

Semua pemain tampil keren, kecuali maaf Kumail Nanjiani yang agak mengganggu. Karismanya tidak cukup untuk menjadi insan narsistik.

Dua Adegan Tambahan

 

Gemma Chan tampaknya masih hijau untuk menjadi lead bersanding dengan Angelina Jolie yang sejak awal telah mencuri perhatian. Richard Madden juga punya sesuatu dari dalam yang membuat Ikaris mudah dicintai sekaligus disesali.

Belum lagi dua adegan tambahan yang menyertai di akhir kisah, penting semua. Jadi, jangan buru-buru beranjak dari kursi. Satu hal yang paling mengganggu selama menyaksikan Eternals, apalagi kalau bukan sensornya. Barbar banget.

 

 

Pemain: Gemma Chan, Richard Madden, Kumail Nanjiani, Lia McHugh, Lauren Ridloff, Brian Tyree Henry, Don Lee, Barry Keoghan, Salma Hayek, Angelina Jolie, Kit Harington

Produser: Kevin Feige, Nate Moore

Sutradara: Chloe Zhao

Penulis: Patrick Burleigh, Chloe Zhao, Ryan Firpo, Kaz Firpo

Produksi: Marvel Studios, Walt Disney Studios

Durasi: 2 jam, 37 menit

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan