Perasaan Virgoun saat Kolaborasi Bareng Budi Doremi, Last Child, Caitlin Halderman

Virgoun merasa proyek ini berbeda dan belum pernah ada.

Diterbitkan 23 April 2021, 10:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Mendengar sosok Virgoun banyak orang yang kemudian bakal menagih kelanjutan cerita dari Hema dan Starla dari universe project Surat Cinta Untuk Starla. Para penggemar mereka berdua, harus bersabar lebih lama menunggu kelanjutan ceritanya, karena di awal tahun 2021 ini, dr.m justru membuat sesuatu yang (lagi-lagi) berbeda; sebuah universe baru; terobosan lainnya di industri musik tanah air. 

Adalah Aku Dan Mesin Waktu; sebuah project film pendek yang terinspirasi tidak hanya dari 1 lagu dari 1 musisi, tapi kali ini tidak tanggung-tanggung, terinspirasi dari 4 lagu dari 4 musisi yaitu Budi Doremi, Last Child, Caitlin Halderman, dan juga tentunya Virgoun sendiri.

Berjalan sedikit ke masa lalu, nama dr.m memang sering di identikan dengan project-project terkait lagu yang menorehkan banyak kesan mendalam bagi para penikmatnya. Sebut saja project-project film pendek dan music video seperti “Seluruh Nafas Ini” (2013), “Surat Cinta Untuk Starla” (2017), “Bukti” (2018), dan sebuah song series 3 lagu 1 cerita “Meski Lewat Luka” (2018). Banyak yang mengatakan bahwa project-project ini adalah terobosan-terobosan menarik pada masanya.

“Menurut gue di Indonesia ini belum pernah ada project yang kayak gini ya. Biasanya kan gue sama lagu sendiri. Kali ini gak cuma gue, tapi Budi, Caitlin, dan band gue; Last Child ikut juga. Jadi waktu dr.m ngegodok idenya tahun lalu, gw seneng banget. Yok, jadiin. Bakal seru nih, hahaha!,” ujar Virgoun dalam keterangan tertulisnya, baru-baru ini.

 

Tantangan

Project kali ini menjadi jauh lebih menarik karena memiliki tantangan kompleks, di mana jalan cerita dari short movie dan lagu-lagu dari keempat musisi tersebut harus saling mengisi, melengkapi menjadi sesuatu yang tidak terpisahkan.

Proses kreatif dimulai dari Oktober tahun 2020 lalu, berawal dari ide besar memberikan sesuatu yang beda, nafas baru di perhelatan musik tanah air. Maka, berangkat dari sebuah premis cerita dan pembabakan 4 episode, di mana masing-masing musisi diberikan tantangan menciptakan karya baru yang menggambarkan rasa dari masing-masing episode tersebut. Melalui beberapa rangkaian workshop dan song-writers camp di Bandung, lahirlah tidak hanya 4 tapi 7 karya baru; 4 lagu menjadi soundtrack utama, dan 3 sisanya menjadi lagu pendukung.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan