Ayu Azhari Siap Jadi Duta Budaya Demi Kain Tenun Nusa Tenggara Timur

Kain tenun sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam keseharian Ayu Azhari.

Diperbarui 24 Maret 2021, 23:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ayu juga berharap Exotic Tenun Fest yang berlangsung selama tiga hari di Kupang NTT, akan membawa perubahan bagi perempuan dengan pembinaan dan jiwa enterpreneur yang kuat.

”Sudah lama NTT menjadi pusat dunia, tipe masyarakat yang religius,dengan mayoritas penganut agama yang taat, juga mempunyai pusat pendidikan Teologi yang terbaik, berkelas dunia di tanah Flores. Nah, modal ini bisa dikembangkan lebih lanjut dari religious diplomacy kepada new global challenges dalam UMKM Goes global itu,” kata Ayu.

Ayu juga menegaskan bahwa dirinya siap menjadi duta budaya tenun NTT.

>”Di samping itu, NTT ini memiliki budaya tinggi, yang tercermin dalam produk Tenun, jadi NTT adalah pusat peradaban tenun di Indonesia. Saya siap untuk menjadi duta budaya mempromosikan karya tenun masyarakat Nusa Tenggara Timur,”ujar ibu enam anak ini.

Jiwa Enterpreneur

Satu hal yang penting menurut Ayu adalah menanamkan jiwa enterprenur kepada anak-anak agar tenun tradisional menjadi masa depan industri tanah air.

”Sebagai ibu, saya mendidik anak-anak dengan jiwa enterpreneur agar kelak menjadi mandiri. Kemandirian generasi merupakan potensi bangsa ini. Visi pemerintahan Jokowi adalah diplomasi perdagangan dan bisnis di negara-negara utama dan negara industri maju. Kita dorong pengusaha kecil menengah go global melalui peranan pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” katanya.

Di sisi lain, Julie Sutrisno Laiskodat menceritakan sejak beberapa tahun lalu ia sudah mempromosikan kain tenun tradisioanl NTT dalam banyak event bergengsi di Eropa dan Amerika.

Yang membuat Julie bangga bahwa Presiden Jokowi Widodo sudah dua kali mengenakan tenun NTT dalam kegiatan kenegaraan.

”Itu kebanggaan bagi perajin tenun tradisional dan masyarakat NTT,” ujarnya.

 

Ke Dunia Internasional

Julie menceritakan, perjuangannya untuk mengenalkan tenun pada dunia internasional, diawali pada September 2017 kain tenun asal NTT untuk pertama kali tampil dalam pagelaran tunggal Couture New York Fashion Week.

Karya-karya yang ditampilkan dalam perhelatan tersebut juga mendapat sentuhan estetika desain dari Julie Sutrisno Laiskodat, yang juga merupakan seorang desainer busana tenun asal Indonesia.

Pada 27 Februari-6 Maret 2018, Julie berhasil membawa kembali kain tenun ke sebuah ajang pagelaran mode bergengsi dunia, yakni Paris Fashion Week 2018 di Paris. Julie bersama LeVico (butik miliknya), menghadirkan 18 koleksi busana tenun yang telah dimodifikasi menjadi busana khusus musim dingin NTT dari Sabu, Rote, dan Alor

”Nilai budaya NTT tak ada habisnya,” tutur Julie. ”Tenun adalah budaya NNT, sudah terkenal di Eropa dan Amerika. Kain tenun NTT itu punya nilai cerita, sejarah dan motifnya banyak. Warna boleh berubah, tetapi motifnya harus tetap dipertahankan,” katanya.

Ricky yang mewakili Bank Indonesia dalam webinar tersebut menegaskan, pihaknya akan selalu mendukung pengerak UMKM untuk terus berkarya.

”Bank Indonesia akan terus mendukung pengerak kain tenun tradisional, kita akan menjadi pendamping,” terangnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Surya Hadiansyah, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan