Resensi Film Yang Tak Tergantikan: Tentang Ibu Juga Manusia dan Dalamnya Akting Lulu Tobing

Yang Tak Tergantikan karya sineas Herwin Novianto menampilkan Lulu Tobing sebagai pemeran utama. Film ini tayang di platform digital.

Diterbitkan 22 Januari 2021, 14:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Hati Terbagi Empat

Ia hanya digambarkan sebagai pengajar yang mengencani anak didik. Adegan sidang perceraian yang berpotensi mengaduk emosi penonton absen. Pun saat Aryati mengajak mantan suami bertemu membahas masalah penting. Yang dinanti malah mangkir.

Figur ayah, “tersangka” di balik ambruknya rumah tangga jadi makin samar. Ini membuat beban Lulu memberat. Beruntung, ia berhasil mengeksekusi semua adegan dengan apik.

Kelelahan hingga mengantuk, banting tulang jadi sopir taksi daring, meladeni gosip kawan lama hingga membagi hati menjadi empat sama rata berhasil dilakoninya.

Teringat Dia

Empat sama rata yang dimaksud yakni menerima kesalahan Bayu, memahami kejiwaan Tika, memberi pengertian si bungsu, dan tentunya waktu untuk diri sendiri.

Gradasi emosi yang terpendar di air muka Lulu adalah daya tarik utama film ini. Sekilas, Aryati mirip sosok Dia, di sinetron Dia yang mempertemukan kembali Lulu Tobing dan Ari Wibowo tahun 2003.

Di situ, Lulu menjadi Nadia yang membesarkan putra semata wayang bernama Eka. Dia lalu membangun bisnis kuliner dan sukses. Yang Tak Tergantikan juga memotret perjuangan Aryati membesarkan anak sambil berbinis sambel goreng ati.

The Power of Babe Ucup

Aryati lebih berdimensi karena digambarkan lebih utuh dari riwayat perkawinan hingga pekerjaan. Ia tak digambarkan sebagai malaikat tanpa sayap. Sebagai ibu yang meraba-raba dampak perceraian, Aryati mengalami jatuh bangun. Ia terasa lebih manusiawi di tangan Lulu Tobing.

Hanya, perubahan suasana hati Aryati di adegan puncak agak terlalu cepat. Kental dengan drama dan permainan emosi, beberapa kali suasana Yang Tak Tergantikan mencair berkat hadirnya karakter pendukung Babe Ucup (Babe Ucup).

Dalam dunia Aryati yang sempit, Babe Ucup bukan “badut.” Benar, sifat ngantukan (maklum sudah uzur), sok Inggris, dan kegagapannya menerima telepon bikin ngakak. Namun di akhir cerita, ia menjadi jalan yang melegakan hati penonton.

 

Saling Belajar dan Menerima

Aryati mengingatkan kita pada Ibunda, Ibu Maafkan Aku, Athirah, dan kisah-kisah keibuan yang kerap dipotret sineas Indonesia lintas dekade. Kemasannya lebih ngepop, alurnya maju pantang mundur.

Ini membuat Yang Tak Terlupakan mudah dicerna penonton. Tak ada ibu yang sempurna. Tak ada anak yang 100 persen membanggakan. Saling belajar dan menerima adalah kunci membuat keluarga yang tak sempurna itu mencapai kebahagiaan. Itulah pesan penting Herwin Novianto lewat Yang Tak Tergantikan. Film ini tayang di Disney+ Hotstar mulai Januari 2021.

 

 

Pemain: Lulu Tobing, Dewa Dayana, Yasamin Jasem, Maisha Kanna, Babe Ucup

Produser: Frederica

Sutradara: Herwin Novianto

Penulis: Gunawan Raharja, Herwin Novianto

Produksi: Falcon Pictures

Durasi: 1 jam, 44 menit

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan