Sukses

Dua Hari Jadi YouTuber, Jennie Blackpink Jaring 2,5 Juta Subscribers

Liputan6.com, Seoul - Jennie Blackpink baru saja berulang tahun 16 Januari lalu. Bila diperhitungkan dalam usia internasional, ia kini sudah berusia 25 tahun. Jelang hari bahagianya itu, Jennie rupanya mempersiapkan hadiah istimewa untuk para Blinks, sebutan bagi penggemar Blackpink

Jennie mengunggah video pertama di kanal YouTube pribadinya tepat pada hari ultahnya.  

"Halo, ini Jennie. Akhirnya aku membuka kanal YouTube. Aku berpikir apa yang akan kulakukan untuk hari ulang tahunku, dan aku memutuskan untuk membagikan kehidupan harianku dan hal-hal menarik dengan kalian," tutur idol K-Pop di bawah naungan YG Entertainment ini. 

2 dari 5 halaman

Masih Malu-Malu

Rupanya, Jennie masih kagok jadi YouTuber. Ia beberapa kali tertawa geli mendengar kalimatnya sendiri. "Memang bisa ya diunggah ke YouTube mentah seperti ini," tanya Jennie sambil tertawa. 

Pun ketika ia hendak mengucap kalimat "wajib" para YouTuber, yang meminta agar warganet memfavoritkan videonya dan melanggani kanalnya. Jennie tak bisa menyelesaikan kata-katanya dan malah menutup wajah sambil tergelak.

3 dari 5 halaman

Trending di Indonesia

Meski kalimat promosi ini gagal ia tuntaskan, toh rupanya warganet tetap berbondong-bondong menjadi subscibers di kanal Jennie. Dalam waktu dua hari, ia telah mengumpulkan 2,5 juta pelanggan. 

Saat artikel ini ditulis, vlog perdananya juga telah ditonton lebih dari 9 juta kali, bahkan masuk urutan 13 video trending di YouTube Indonesia. 

4 dari 5 halaman

Banyak Hadiah

Di luar kanal YouTube ini, Jennie sendiri menerima banyak hal manis dalam minggu ulang tahunnya. Dilansir dari Soompi, video klip lagu solonya, "Solo", mencatat 600 juta views pada 15 Januari lalu. Raihan ini dicapai dalam waktu dua tahun, dua bulan, dan dua hari setelah dirilis. 

Jennie menjadi artis solo wanita pertama yang meraih pencapaian ini. 

5 dari 5 halaman

Brand Reputation

Jennie juga memuncaki ranking brand reputation pada bulan Januari 2021. Urutan ini ditentukan lewat analisis atas partisipasi konsumen, penayangan berita media, komunikasi, dan indeks popularitas publik. Survei dilakukan atas analisis big data terkait 535 anggota girl group selama 17 Desember 2020 hingga 17 Januari 2021.