Kadri Mohamad Bangkitkan Kembali Band Endrass

Kadri Mohamad mengajak kembali para personel band Endrass.

Diperbarui 19 Oktober 2020, 19:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Penggambaran narkotika ditampilkan dalam bentuk semi animasi dalam balutan ragam warna dan perumpamaan sehingga terlihat menarik.

Distribusi

Untuk distribusi digital single ini, Endrass mempercayakan kepada label kondang Aquarius Musikindo. Video klip lagu " Tak Kan Datang"  mulai hari ini sudah dapat dilihat di channel youtube Aquarius Musikindo.  

Sedang unutuk artwork Endrass mempercayakan kepada  Hardi Budi (fotografer pemenang berbagai award internasional) dan Dedi Dude (design grafis pemenang AMI Awards 2016) yang berkolaborasi dalam elaborasi penciptaan artwork serta desain grafis yang sangat ciamik. 

Perempuan bermimpi sedang berenang bersama ikan cupang lengkap dengan goggle-mask kacamata renang dan pemilihan warna hijau  serta merah burgundy yang disertai dengan coretan sederhana dari judul single Endrass  “Tak Kan Datang” memperlihatkan kelas dari artworknya. Ini gambaran tokoh perempuan dalam lagu.

 

 

 

 

Komentar

Single perdana dari Endras ini tak luput dari pengamatan Pemerhati  musik sekaligus Ketua PWI Jaya Seksi Musik Film dan Livestyle Irish Riswoyo. Menurutnya lagu ini menarik dan unik,  karena meskipun digarap dengan menyesuaikan jaman, tetapi tidak menghilangkan ciri khas dari Endrass itu sendiri.  

“Perpaduan antara  power dan vokal yang   khas  dari Kadri,  dengan  musik khas Endrass yang  berbasis ritmik  permainan drum ala Syamsul yang terkenal  unik dan tidak biasa itu,  mampu   membentuk signatur yang kuat dan khas  pada musik Endrass dalam lagu ini. Saya pikir keunikan yang ditawarkan oleh Endrass lewat single perdana " Tak Kan Datang " ini akan   mendapat respons yang positif dan disenangi oleh  kalangan anak muda jaman sekarang (milenial).", jelas irish.

Secara historis, Endrass merupakan band panggung era 80an,  jadi belum pernah merilis album maupun single. Pada waktu itu Endrass  memiliki sekitar 100 band binaan, yang sebagian besar adalah muris-murid drum dari Ekki Soekarno dan Syamsul yang mengajar di Yayasan Musik Indonesia (YMI).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan