Nia Ramadhani Ungkap Tidak Enaknya Jadi Selebritas

Identik dengan popularitas, glamor, dan kaya, Nia Ramadhani akhirnya buka suara soal tak enaknya menjadi selebritas. Seperti apa?

Diperbarui 12 Oktober 2020, 16:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menjadi seorang selebritas tak selamanya menyenangkan. Begitulah yang diungkapkan Nia Ramadhani. Istri Ardi Bakrie itu kehilangan privasi lantaran kerap menjadi pusat perhatian orang banyak.

Padahal, kata Nia Ramadhani, ia ingin sekali makan-makan di pinggir jalan yang ia suka. Bintang sinetron Bawang Merah Bawang Putih juga ingin leluasa seperti masyarakat lainnya.

"Enggak apa-apa, yang masalah kalau gue makan makanan yang enggak gue suka saja. Makan di pinggiran, kita suka gitu ya," kata Nia Ramadhani di kanal YouTube Trans TV belum lama ini.

 

Tak Punya Privasi

"Pertama ini, kadang-kadang yang suka menyedihkan adalah kalau di saat aku lagi (pengin sendiri atau dengan keluarga saja -red), kenapa sih gue jadi enggak punya privasi," ucap bintang film Hantu Jembatan Ancol dan Suster Ngesot.

 

Mengaku Risi

Nia Ramadhani mengaku risi saat menjadi pusat perhatian. Apalagi, anak-anaknya kena imbas dari popularitas yang dimiliki Nia Ramadhani. "Misalnya gue lagi makan di mana-mana, pertama anak-anak gue kena. Semua orang lihatin kayak risi," ujarnya. 

Dikerubuti Orang

Tidak punya kebebasan dan keleluasaan terasa mengganggu. Apalagi bila Nia Ramadhani dan anak-anak tengah memanfaatkan waktu libur akhir pekan.

"Kan kasihan kalau car free day anak-anak aku jadi mereka enggak dapat fun-nya. Dikerubuti orang. Padahal, mereka enggak bekerja di pekerjaan ini, yang sign up kan aku. Yang kena imbasnya mereka," ia menambahkan.

 

Kasihan Anak

Nia Ramadhani mengaku kasihan dengan anak-anaknya. Karenanya, Nia Ramadhani jarang mengajak anak-anak keluar rumah apalagi ke tempat umum. "Kasihan ya kena imbasnya," imbuhnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Potret Kris Dayanti Persiapan Nyanyi di Istana Merdeka, Bagikan Pesan Reflektif di HUT RI

Sapto Purnomo, Fadjriah Nurdiarsih, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan