Ruth Sahanaya Ultah ke-54, Ini 6 Album Terbaiknya di Industri Musik Indonesia

Pemilik suara alto termerdu se-Indonesia, Ruth Sahanaya, merayakan ulang tahun ke-54, pada Selasa (1/9/2020).

Diterbitkan 01 September 2020, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

4. Uthe! (1996)

Setelah Kaulah Segalanya, lima tahun kemudian Ruth Sahanaya melepas album bersampul hijau dengan hit “Bawa Daku Pergi.”

Album ini tak semeledak Seputih Kasih, Tak Kuduga, atau Kaulah Segalanya. Jadi perbincangan setelah video klip “Bawa Daku Pergi” diputar sejumlah stasiun televisi swasta.

Di situ, Ruth Sahanaya menggelar konser tunggal. Yang bikin syok, penontonnya para seleb seperti Agus Wisman, Titi DJ, Yuni Shara, dan lain-lain. Tren kameo dalam video klip dimulai dari sini.

5. Kasih (1999)

Lama tak melahirkan hit besar, Ruth Sahanaya “balas dendam” lewat Kasih. Isinya hanya 8 lagu tapi semua kualitas premium.

Dari intepretasi ulang tembang klasik “Belaian Sayang,” “Ingin Kumiliki” (ditulis Tohpati bareng bapaknya Vidi Aldiano, Harry Kiss -red), dan “Keliru.”

Dirilis tahun 1999, kala kaset ganti harga dari 12 ribuan menjadi 17 ribu, tidak membuat Kasih melempem di pasar. Terjual 300 ribu kopi, nama Ruth Sahanaya meroket lagi.

Ada satu lagu yang kami harap dibuatkan video klip, “Adakah Tempat Di Hatimu.” Karya Yovie Widianto ini dinyanyikan sang diva dengan suara latar Rita Effendy. Mewah!

6. Greatest Hits (2002)

Ini album the best kedua Ruth Sahanaya setelah Yang Terbaik (1994). Album bersampul hitam ini menandai 15 tahun Ruth Sahanaya berkarya sekaligus salam perpisahan dengan Aquarius Musikindo.

Berisi 10 lagu, Ruth Sahanaya menampilkan dua tembang baru yakni medley “Astaga-Amburadul” dan “Mengertilah Kasih” karya Andi Rianto dan Indra Safera. “Mengertilah Kasih” menjadi warisan pop Indra Safera yang meninggal setahun setelah album ini dirilis.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan