God Bless Luapkan Energi di Konser Amal Virtual untuk Indonesiaku

Dengan usia para personel yang rata-rata di atas 70 tahun, God Bless masih mampu menampilkan performa memikat. Belum lagi aura legenda mereka yang mampu menghipnotis penggemarnya.

Diperbarui 26 Agustus 2020, 12:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- God Bless ternyata masih bertenaga, penuh energi. Hal itu mereka buktikan saat grup yang telah berusia 47 tahun ini menggelar konser amal virtual via live streaming, Selasa (25/8) malam.

Band yang beranggotakan Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bass), Abadi Soesman (kibor), dan Fajar Satritama ini sukses mempertontonkan kapasitas mereka sebagai band legendaris Tanah Air di panggung yang bertajuk "Konser Amal untuk Indonesiaku".

Dengan usia para personel yang rata-rata di atas 70 tahun, God Bless masih mampu menampilkan performa memikat. Belum lagi aura legenda mereka, yang mampu menghipnotis penggemarnya.

Ini memang bukan konser biasa. Konser yang dihelat dari Balai Sarbini, Senayan, Jakarta ini, juga ditujukan untuk menggalang dana bagi para seniman Indonesia, bekerja sama dengan Yayasan Kita Bisa.

Saat diwawancara host Melanie Putria, Ahmad Albar dan Ian Antono menyebut, konser ini merupakan bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang karier band yang sudah menelurkan tujuh album studio ini.

Selain itu, God Bless juga ingin memberikan persembahan bagi kawan-kawan musikus yang terkena dampak pandemi corona Covid-19.

Total 12 Lagu

Tak kurang dari 12 lagu dibawakan God Bless dalam konser berdurasi kurang lebih dua jam ini. Termasuk single terbaru mereka, "Untuk Indonesiaku" yang diciptakan mendiang Areng Widodo.

God Bless juga membawakan lagu-lagu "sulit" mereka, dalam konser ini. Sebut saja "Cermin" dan "Anak Adam", dua lagu dari album kedua mereka yang dirilis tahun 1980. Dua lagu ini, dengan aransemen yang berbeda juga dimasukkan dalam album ketujuh mereka, Cermin 7, yang dirilis tahun 2017.

Sejak awal konser, God Bless memang langsung tampil menggebrak. Buktinya mereka memilih lagu "Kepada Perang"sebagai pembuka setelah sebelumnya, Ian Antono dan Abadi Soesman memainkan melodi "Padamu Negeri".

Lagu "Kepada Perang" sebenarnya bukan lagu asli God Bless. Lagu ini dipopulerkan band Gong 2000 di album Bara Timur, tahun 1991. Namun karena Ian Antono, Ahmad Albar, dan Donny Fattah juga merupakan personel Gong 2000, maka lagu yang diciptakan Ian Antono ini pun jadi sering dimainkan Godbless di panggung-panggung mereka.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Setelah itu, berturut-turut "Suara Kita" dan "Cermin" meluncur dari kerongkongan Iyek, panggilan Ahmad Albar. Power dari pukulan drum Fajar terasa betul di sini. Sebab, meski diramu dalam balutan beat medium, di dua lagu ini begitu banyak aksen, sehingga pukulan-pukulan Fajar jadi cukup mendominasi. Sementara Donny Fattah, seperti biasa, sangat atraktif dengan bass lima senarnya. Bersama Ian Antono, dia juga mengambil peran aktif sebagai backing vocal.

Halaman
Show All
Edu Krisnadefa, Fadjriah Nurdiarsih, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan