Sukses

Sandy Tumiwa Bebas, Lebih Religius Selama di Penjara

Liputan6.com, Jakarta - Pesinetron Sandy Tumiwa akhirnya resmi bebas dari penjara setelah ditahan sejak Maret 2019 silam akibat terjerat kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Sandy Tumiwa awalnya mendapat tuntutan empat tahun penjara. Namun akhirnya pengajuan kasasi (ampunan) dari Sandy diterima pihak pengadilan. Masa hukumannya kini telah dipotong.

"Saya sebagai kuasa hukum Sandy Tumiwa memberikan informasi bahwa Sandy hari ini bebas dengan putusan Mahkamah Agung mengabulkan kasasi kami yaitu menjadi 1 tahun 6 bulan yang putusan PN mengatakan bahwa Sandy divonis 4 tahun," jelas sang kuasa hukum, Andre Nusi, di Rutan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2020), melansir Kapanlagi.com.

2 dari 5 halaman

Program Asimilasi

"Sehingga saya mengajukan tingkat banding dan kasasi dan berhasil. MA memberikan putusan menjadi 1 tahun 6 bulan sehingga pada hari ini Sandy bebas dengan program asimilasi dari Kemenkumham, menjadi 1 tahun 5 bulan," lanjutnya.

3 dari 5 halaman

Memetik Pelajaran

Sandy pun mengaku bahwa selama berada di penjara, ia mendapat banyak pelajaran berharga. Ia lantas berikrar akan berubah jadi sosok yang lebih baik agar tak mengulangi kesalahan seperti sebelumnya.

 

4 dari 5 halaman

Ikhlas

"Banyak (pelajaran). Ya salah satunya adalah menerima. Ikhlas ya, maksudnya ikhlas itu kan enggak bisa diucapkan. Ikhlas itu kayak kita melihat ke belakang itu namanya ikhlas," ujar Sandy.

"Artinya kita harus bisa menerima kondisi apa yang terjadi dalam hidup kita. Pertama adalah mengampuni. Saya harus bisa mengampuni orang lain dan diri saya atas kesalahan saya yang akhirnya saya bisa legawa ke depannya," Sandy menyambung.

5 dari 5 halaman

Lebih Rajin Beribadah

Sandy Tumiwa kini lebih religius dan taat beribadah. Ia berencana melanjutkan perubahan positif ini setelah bebas. "Dan mulai apa ya, pelajaran-pelajaran sebelumnya ya saya ambil untuk ke depan agar bisa lebih baik," Sandy Tumiwa memaparkan.

"Dan toleransi menghargai satu sama lain, dan satu lagi adalah bagaimana menerima apa yang terjadi. Insyaallah, kalau soal ibadah itu enggak diucapkan, yang penting kita menjalani," tandas Sandy. (Kapanlagi.com)