Sukses

Idap Penyakit Takikardia, Jessica Iskandar Terancam Minum Obat Seumur Hidup

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi kesehatan Jessica Iskandar tengah menurun. Ia didiagnosis mengidap takikardia, yaitu kondisi di mana jantung berdetak lebih dari 100 kali per menit.

Jessica Iskandar mengungkapkan, ada beberapa gejala yang dialaminya sebelum dinyatakan mengidap takikardia. Di antaranya, jantung berdebar dan mudah berkeringat.

"Malamnya enggak bisa tidur karena jantungnya kencang banget. Kadang aku sakit kepala juga kalau sudah mau sore. Ini sih lagi enggak sakit kepala, dulu (suka sakit)" jelas Jessica Iskandar dikutip dari kanal YouTube Cumi Cumi, Kamis (16/7/2020).

2 dari 5 halaman

Berkaitan dengan Yodium

Sejak mengalami gejala tersebut, Jessica Iskandar merasa punya masalah kesehatan. Setelah periksa ke dokter, diketahui bahwa penyebabnya karena kadar yodium dalam tubuhnya.

 

3 dari 5 halaman

Tiroid Bengkak

"Karena aku terlalu banyak yodium di dalam tiroid, dia jadi bengkak. Terus otak mengirim pesan, 'Cukup, jangan bikin yodium lagi,'" jelas calon istri Richard Kyle ini.

"Kan yodiumnya sudah terlalu banyak diproduksi di tiroid, jadi tiroidnya membengkak," Jessica Iskandar menyambung.

 

4 dari 5 halaman

Opsi Operasi

Bintang film Dealova dan Kungfu Pocong Perawan menambahkan, ada beberapa metode pengobatan yang bisa ia ambil. Salah satunya, menempuh operasi. "Ada pilihan mau dioperasi, jadi dibelek, dibuang tiroidnya. Atau dibakar, dikasih apa enggak tahu, jadi tiroidnya hancur," Jessica Iskandar memaparkan.

 

5 dari 5 halaman

Minum Obat Seumur Hidup

"Jadi aku enggak bisa ada yodium lagi dan aku harus minum obat yodium itu seumur hidup aku," imbuhnya. Untuk sementara, Jessica Iskandar meminum obat sambil menunggu seluruh hasil pemeriksaan keluar.

"Pagi minum tiga butir, malam tiga butir. Kemarin juga sudah ambil darah dan USG. Itu hasilnya sekitar 4 hari. Habis 4 hari aku akan terima hasil yang baru dari rumah sakit. Nanti kontakan sama dokter buat progresnya gimana," pungkas artis kelahiran Jakarta, 29 Januari 1988.