Sukses

KapanLagi Buka Bareng, Hangatkan Silaturahmi dengan Basis Teknologi

Liputan6.com, Jakarta - Teknologi memungkinkan kita berbuka bareng secara virtual. KLY misalnya, menggelar KapanLagi Buka Bareng. Inilah Buka Puasa Bareng online 1000 orang yang pertama kali di Indonesia. 

Meluasnya wabah Corona Covid-19 disikapi Pemerintah Indonesia dengan social distancing hingga pembatasan sosial berskala besar di sejumlah daerah. Karenanya memasuki Ramadan, masyarakat diminta berbuka puasa dan salat tarawih di rumah saja.

Bukan berarti kita tak bisa berbuka bersama. Dan, program KapanLagi Buka Bareng edisi perdana diselenggarakan pada Sabtu (25/4/2020). Program silaturahmi virtual ini memfiturkan sejumlah agenda menyenangkan sekaligus bervariasi.

Para peserta program KapanLagi Buka Bareng edisi perdana bisa menikmati performa musik hingga kuliner bersama para selebritas papan atas. Siapa saja mereka?

 
2 dari 5 halaman

Rendy Pandugo dan kawan-kawan

Khusus untuk performa musik, bisa disaksikan melalui Vidio.com mulai jam 2 siang. Pada jam 4 sore, giliran chef selebriti pilihan KLovers beraksi meracik makanan lezat sekaligus sehat untuk berbuka.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama artis idola dan seribu orang lainnya via Zoom. Program silaturahmi via jalur digital ini diperkuat sejumlah selebritas kondang, yakni Rendy Pandugo, Endah N Rhesa, Luna Maya, Revalina S. Temat, dan chef Nicky Tirta.

 

3 dari 5 halaman

Berbuka di Jalur Virtual

Buka puasa bareng lewat jalur virtual dimaksudkan untuk menguatkan silaturahmi tanpa mengabaikan program social distancing atau menjauhi keramaian. Hal ini disambut baik banyak pihak. Salah satunya, ustaz Riza Muhammad.

Ustaz Riza Muhammad punya catatan khusus terkait ibadah puasa di tengah wabah Corona Covid-19. Pemerintah Indonesia menerapkan sejumlah kebijakan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona Covid-19 termasuk menjaga jarak fisik.

4 dari 5 halaman

Wabah Ancam Keselamatan

Dihubungi Showbiz Liputan.com, Jumat (24/4/2020) siang, ustaz Riza Muhammad menjelaskan, Islam adalah agama keselamatan. Dalam kondisi darurat yang mengancam keselamatan seperti wabah Corona Covid-19, pelaksanaan sejumlah ibadah yang bersifat sunah bisa disesuaikan dengan keadaan.

Contohnya, salat tarawih, buka bersama, dan tadarus berjemaah. "Wabah mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa. Jadi ibadah puasanya tetap dilaksanakan. Namun salat tarawih, tadarus bersama, dan berbuka puasa bisa di rumah dulu. Tidak apa-apa, secara syariat tidak salah," terangnya.

 

5 dari 5 halaman

Jauh di Mata Dekat di Hati

Buka bersama pun kini bisa dilakukan secara online. Merespons hal ini, ustaz Riza Muhammad berujar, "Jadi kita gunakan istilah jauh di mata dekat di hati. Wabah Covid-19 membuat kita menyadari mahalnya persahabatan dan silaturahmi."

"Belakangan ini kita memaknai kembali apa itu togetherness. Aspek yang dilibatkan dalam (buka bareng virtual) yakni silaturahmi berbasis teknologi entah video call, teleconference, atau lainnya. Jangan sampai putus silaturahmi. Fisik kita memang jauh, namun di hati terasa dekat," pungkasnya.