6 Rekam Jejak Glenn Fredly di Film Indonesia, Ada yang Box Office dan Raih Piala Citra

Fisiknya tak lagi terlihat. Namun karya Glenn Fredly abadi. Inilah 6 warisannya untuk film Indonesia.

Diperbarui 09 April 2020, 19:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

4. Cahaya Dari Timur: Beta Maluku (2014)

Karya Angga Dwimas Sasongko ini menempatkan Glenn Fredly sebagai produser sekaligus pemeran pendukung. Cahaya Dari Timur: Beta Maluku adalah warisan terbaik sang biduan.

Film ini membawa pulang Piala Citra Pemeran Utama Pria Terbaik (Chicco Jerikho) dan Film Terbaik buat Glenn Fredly. Lagu “Tinggikan” karya Glenn Fredly diganjar Lagu Tema Terpilih Piala Maya di tahun yang sama.

5. Filosofi Kopi The Movie (2015)

Filosofi Kopi The Movie adalah warisan Glenn Fredly berikutnya yang diganjar Piala Citra. Meraih 5 nominasi, karya Angga Dwimas Sasongko ini membawa pulang 2 Piala Citra untuk Penulis Skenario Adaptasi dan Penyunting Gambar Terbaik.

Film ini bercerita persahabatan Ben (Chicco Jerikho) dan Jody (Rio Dewanto) yang mendirikan kedai kopi. “Kamu kakak terbaik yang Tuhan kasih untuk saya. Berkarya, bergerak bersamamu adalah pengalaman terbaik dalam hidupku,” Angga menggambarkan kerja samanya dengan Glenn di Instagram.

6. Twivortiare (2019)

Hingga artikel ini disusun, inilah peninggalan terakhir Glenn Fredly di layar lebar. Lagu “Kembali Ke Awal” menghiasi film Twivortiare yang dibintangi Reza Rahadian dan Raihaanun. Sejumlah pemerhati film menyebut “Kembali Ke Awal” salah satu soundtrack terbaik tahun lalu.

Penulis novel Twivortiare, Ika Natassa, mengingat, “Here's a story behind the song: Glenn bahkan enggak menulis itu untuk ‪#Twivortiare, tapi untuk albumnya dari hasil perenungannya. Lalu saat kami minta Glenn mengisi soundtrack, lagu yang belum dirilis ini, kok bisa berjodoh banget dengan ceritanya. Maka jadilah.” Itulah jodoh.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan