Sukses

Parto Patrio Ungkap Alasan Tidak Publikasikan Perceraiannya dengan Istri Pertama

Liputan6.com, Jakarta - Parto Patrio mengungkapkan fakta yang belum banyak diketahui orang terkait kehidupan rumah tangganya. Parto Patrio, yang selama ini diketahui berpoligami, rupanya telah resmi bercerai dengan istri pertamanya.

Bahkan, perceraian Parto Patrio dengan istri pertamanya itu sudah terjadi hampir satu dekade ke belakang.

Hal itu disampaikan Parto Patrio saat menjadi bintang tamu dalam sebuah tayangan di salah satu stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu.

"Tidak (berpoligami), karena dengan (istri) yang pertama pun sudah pisah hampir 10 tahun. Jadi mungkin kurang terekspos," ujar Parto di tayangan tersebut yang diunggah kembali di kanal YouTube-nya pada Rabu (5/2/2020).

2 dari 5 halaman

Sah dan Legal

Parto Patrio dan istri pertamanya itu sudah bercerai secara resmi dan tercatat dalam hukum negara.

"Legal-lah. Sudah sah. Jadi, ada permintaan dari yang pertama 'Ini kita ada tiga kali panggilan kalau tiga kali panggilan kamu enggak (perlu) datang'. Panggilan pertama, istri pertama bilang kamu enggak usah datang nanti ramai (berita)," kata Parto Patrio.

3 dari 5 halaman

Tidak Perlu Datang

Selama proses perceraian tersebut, Parto Patrio memang sengaja tidak menampakkan diri. Hal itu merupakan permintaan sang mantan istri dengan alasan agar berita tak sedap ini tidak tercium ke publik.

"'Nih sampai tiga kali saja kamu enggak datang ini sudah sah.' Saya memang diperintahkan tidak usah datang. Jadi, sudah hampir 10 tahun lah," lanjutnya lagi.

4 dari 5 halaman

Melibatkan Anak-Anak

Kendati demikian, hubungan Parto Patrio dengan istri pertamanya hingga saat ini masih sangat baik. Parto juga masih selalu melibatkan anak-anaknya dari istri pertamanya itu ke dalam setiap kegiatannya.

"Anak-anak kadang-kadang nginep sama kita, ke Belanda, ke mana pun anak-anak harus saya ajak," kata Parto Patrio.

5 dari 5 halaman

Rutin

Kepada mantan istrinya pun, Parto Patrio hingga saat ini masih selalu rutin memberikan nafkah. Apalagi untuk anak-anaknya.

"Dari awal pun memang dia (mantan istri) yang minta, 'Sudah kamu di sana saja, cuma tiap bulan di sini', dalam arti materinya di sini. Dan sampai sekarang pun setelah pisah kurang lebih 10 tahun tiap bulan tetap ada jatah buat dia. Dan anak pun minta apa pun akan saya penuhin, jadi masing-masing sudah punya kendaraan," sambungnya.