Akhir Kisah Cinta Si Doel: Cerita Cinta Legendaris Yang Berakhir Realistis

Akhir Kisah Cinta Si Doel menjadi jilid pamungkas yang melegakan. Kami tidak akan menyebut film ini berakhir indah.

Diterbitkan 26 Januari 2020, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jika benar ia mencinta Doel mengapa malah meminta rivalnya (Sarah) membatalkan gugatan cerai dan berniat mundur. Labilnya Zaenab yang bikin gemas dibela oleh naskah yang menyebutnya hamil. Berbadan dua bukanlah penyakit.

Jungkir Balik

Perubahan hormon memungkinkan emosi perempuan jungkir balik. Yang repot, tentu saja penonton dalam mengikuti pola pikir Zaenab. Dalam konsep perilaku orang Jawa, kami menduga keputusan Zaenab mengalah ini justru perlawanan di tingkat paripurna.

Orang Jawa mengenal istilah nglulu. Yang artinya, kurang lebih menuruti kemauan pihak yang dinilai bersalah agar yang bersalah ini tidak enak hati. Inilah nyinyir sekaligus sindiran level dewa. Tak heran jika Sarah terdiam.

Tak heran jika efek nglulu Zaenab ini membuat Si Doel seperti kebakaran jenggot. Mau tak mau, ia harus bersikap tegas. Apalagi di lain pihak, Mak Nyak yang (maaf) tak lagi bisa melihat dan berjalan membuat perlawanan dengan metode lain.

 

3 Wanita Tersakiti

Ia terang-terangan menyebut anaknya sendiri egois. Inilah momen yang membuat setiap karakter di dunia Si Doel makin berkembang. Sarah tampak makin matang dalam bersikap. Zaenab dalam diamnya makin “brutal.”

Doel di tengah keduanya akhirnya di bawa dalam sebuah pemahaman bahwa tak ada keputusan yang memuaskan semua pihak. Yang ada, keputusan yang melegakan banyak pihak. Ia pun sadar, tak membuat keputusan alias menggantung permasalahan hanya akan menyakiti lebih banyak orang.

Dalam hal ini, ada tiga wanita yang tersakiti yakni Zaenab, Sarah, dan tentu saja Mak Nyak. Akting terbaik disuguhkan Maudy Koesnaedi.

 

Wibawa Aminah Tjendrakasih

Lalu, Rey Bong yang bersenyawa dengan apik bersama Rano Karno. Dua aktor dari dua generasi ini nyaris tak berjarak. Dialog keduanya saat hendak ke masjid mengiris perasaan kami. Mata Rey memerah, pertanda keinginannya itu dari hati terdalam.

Curhat ini direspons Rano dengan memperlihatkan air muka lelah sekaligus dilema. Yang patut pula diapresiasi, Aminah Tjendrakasih. Merinding menyaksikan interaksinya dengan Maudy Koesnaedi. Percakapan dua perempuan sekaligus istri digulirkan dari hati ke hati. Aminah tampak tenang, menjaga wibawa sebagai yang dituakan. Maudy tak dapat menahan emosi karena ada sesak yang mesti dituangkan.

Agar Akhir Kisah Cinta Si Doel tak menjadi melodrama yang berlarut, ada Atun, Mandra, Opie Kumis, dan seseorang yang mengejutkan bagi Mandra. Sebuah cerita samping yang kocak sekaligus mengejutkan.

Buru-buru Menjelang Akhir

Sayangnya, mendekati konklusi, Akhir Kisah Cinta Si Doel terkesan buru-buru. Mendadak si A bisa ke mana. Lalu balik lagi ke mana. Mendadak si B pergi ke mana lalu muncul di mana. Di tengah cerita terasa terulur, di akhir terasa dimampatkan.

Terlepas dari kelemahan ini, Akhir Kisah Cinta Si Doel adalah akhir yang melegakan. Jangan kaget jika penonton bertepuk tangan di adegan akhir. Ini kisah cinta legendaris. Diakhiri dengan realistis.

Pujian juga patut ditujukan kepada produser yang melabeli film ini Akhir Kisah Cinta Si Doel. Bukan Si Doel The Movie 3. Judul ini efektif memancing rasa penasaran publik terkait siapa yang akhirnya dipilih Si Doel. Terbukti, penonton memadati bioskop. Hari pertama penayangan, film ini menyerap 137 ribu penonton lebih.

 

 

Pemain: Rano Karno, Maudy Koesnaedi, Cornelia Agatha, Aminah Tjendrakasih, Suti Karno, Rey Bong, Mandra, Ahmad Zulhoir Mardia

Produser: Frederica

Sutradara: Rano Karno

Penulis: Rano Karno

Produksi: Falcon Pictures, Karnos Films

Durasi: 1 jam, 33 menit

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan