Rembulan Tenggelam Di Wajahmu: Pesan Universal, Visual Agak Kelam

Rembulan Tenggelam di Wajahmu salah satu peserta persaingan box office Indonesia di akhir tahun.

Diterbitkan 13 Desember 2019, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Format ini diulang dalam kasus berbeda, dengan waktun dan tempat berbeda. Dari sini pesan berasal. Apa yang kita lakukan punya dampak. Dampak (positif atau negatif) itu, acapkali menimpa hidup orang lain. Penuturan semacam ini menempatkan penonton sebagai anak kesayangan yang disuapi dan didongengi. Nyaris, kita tak perlu berpikir karena adegan demi adegan dihidangkan secara lugas.

Tertawa Dalam Derita

Pun kita tak perlu mencerna mengapa dan mengapa, karena lagI-lagi, pria berwajah teduh menjelaskan dengan detail. Yang tersisa dari pola penuturan ini adalah akting para pemeran pendukung. Di luar dugaan, Yudha Keling mencuri perhatian. Yudha Keling sebagai siapa, Anda bisa saksikan sendiri. Kocak, bukan karena ia pelawak tunggal semata.

Kekocakan interaksinya dengan Bio One, mencairkan suasana dan membuat film lebih berwarna. Mengingat, sejak awal visual film ini menyatu dengan kehidupan Ray yang kelam. Adegan demi adegan Rembulan Tenggelam Di Wajahmu didominasi warna tanah. Agar tak terlalu depresif dan berat, sedikit kelakar di tengah kesedihan memang penting.

Peran Yudha seperti menggenapi ujaran lawaS, "tertawa dalam derita." Kalau sudah tidak tahu harus bagaimana lagi menyikapi hidup yang amburadul, dibawa senyum aja. Diketawain aja. Gitu, deh. Hal lain yang menarik, interaksi Arifin dan Cornelius relatiF stabil.

Absennya Soundtrack Ikonis

Dari awal hingga film berakhir, terasa berjarak karena tak saling kenal. Baru kenal ujug-ujug diajak jalan-jalan melewati beberapa era tentu ada kesan kikuk dan canggung. Namun interaksi keduanya belum bisa dinilai lebih jauh mengingat, kedua tokoh ini belum mekar dengan tuntas. Ada alasan khusus mengapa Rembulan Tenggelam Di Wajahmu diformat demikian.

Ini mengingatkan kita pada fenomena 99 Cahaya Di Langit Eropa dan Bulan Terbelah di Langit Amerika. Kalau pernah menonton keduanya, tentu paham bagaimana akhir film ini. Catatan lain untuk film ini, absennya lagu tema yang ikonis. Dengan tema yang mudah sekali terhubung ke hati jutaan penonton, soundtrack ear-catchy mutlak dibutuhkan.

Dalam bayangan kami soundtrack dirilis satu atau dua bulan sebelumnya untuk memberi peringatan dini kepada penonton bahwa ada sesuatu yang harus diantisipasi pada pertengahan Desember 2019.  

 

Pemain: Arifin Putra, Bio One, Donny Alamsyah, Cornelio Sunny, Ariyo Wahab, Teuku Rizky, Ari Irham, Yudha Keling

Produser: Ody Mulya Hidayat

Sutradara: Danial Rifki

Penulis: Titien Wattimena

Produksi: Max Pictures

Durasi: 90 menit

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan