Last Christmas Akhirnya Tayang di Indonesia, Cek 6 Fakta Menariknya

Penayangan Last Christmas di Indonesia lebih lambat ketimbang di AS, yakni 8 November 2019.

Diterbitkan 06 Desember 2019, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

4. Kumpulan Esai Makna Natal

Sebagai pemain, penulis naskah, dan produser, Emma Thompson sangat giat mempromosikan Last Christmas. Usai syuting di studio film London Barat, Emma Thompson menyiapkan esai personal tentang makna Natal.

Kumpulan esai itu dikemas dalam format buku berjudul Last Christmas. Buku ini menampilkan tulisan sejumlah bintang papan atas seperti Andy Serkis, Emily Watson, hingga peraih Oscar, Olivia Colman. Laba hasil penjualan buku disumbangkan di dua acara amal.

5. Proyeksi Laba yang Meleset

Last Christmas dirilis di AS dan Kanada berbareng dengan film Doctor Sleep, Midway, dan Playing with Fire. Film ini diproyeksikan mengeruk pendapatan kotor 13-19 juta dolar AS dari peredarannya di 3.448 teater pada akhir pekan pertama penayangan. Hari pertama, Last Christmas membukukan pendapatan 4,1 juta dolar AS.

Sayang, pencapaian ini gagal dipertahankan pada hari-hari berikutnya. Opening weekend, Last Christmas hanya meraih 11,6 juta dolar AS dan bertengger di urutan keempat tangga box office.

6. Mengapa Last Christmas?

Ada banyak lagu Natal populer, tapi mengapa harus "Last Christmas" yang difilmkan? Tahukah Anda, tahun lalu "Last Christmas" masuk di daftar lagu Hari Raya klasik. Pada 24 Desember 2018, lagu ini didengar lebih dari 7 juta kali di Spotify. Pencapaian ini menempatkan "Last Christmas" sebagai lagu era 1980-an paling didengar.

Sejumlah musisi terkenal menyanyikan ulang lagu ini. Di antaranya, Arianda Grande, Taylor Swift, Gwen Stefani, Carly Rae Jepsen. Para peraih Grammy ini merekam ulang "Last Christmas" dipayungi studio resmi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan