Ciri Khas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2945900/original/086221700_1571722831-zombieland21.jpg)
Zombieland Double Tap mempertahankan ciri khas dengan memperlihatkan deretan aturan hidup dan bagaimana mengatasi zombi. Hal lain yang dipertahankan sekuel ini, selera humor. Kadang tampak aneh, kadang berhasil membuat penonton terbahak.
Lelucon yang tampak aneh ini bisa jadi lelucon khas Amerika. Bagi audiens negeri Paman Sam, leucon ini sukses mengocok perut penonton. Bagi audiens Indonesia, belum tentu. Namun yang sudah pasti lucu, hadirnya karakter anyar Madison yang dibawakan dengan tanpa beban oleh Zoey.
Â
Si Pirang Madison
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2945901/original/095415300_1571722831-zombieland212.jpg)
Posisi Madison sebenarnya agak dilematis. Mengingat, ia digambarkan sangat klise. Gadis cantik, rambut pirang, berpenampilan bling-bling, berbaju pink layaknya boneka Barbie. Jangankan baju, tas jinjing, kotak rias, dan koper pun pink.
Otaknya pas-pasan, hidupnya lempeng aja, dan beberapa dialog mencerminkan prinsip: pikirin saja hidup yang sekarang. Urusan besok, dipikirkan besok. Madison menajamkan stigma bahwa cewek cantik berambut pirang pasti otaknya cekak. Ia kebalikan karakter Wichita yang menjadi primadona di film ini.
Meski klise, Madison justru jadi penyegar. Gesturnya saja sudah mengundang tawa bahkan sejak ia memperkenalkan diri dengan gaya sok asyik. Belum lagi kali pertama interaksi dengan Wichita di mobil. Zoey tampak santai dan tidak merasa perkataannya (maaf) bodoh, sementara ekspresi Emma yang beberapa kali mengernyitkan dahi dan memicingkan mata amat natural.
Tak heran saat Madison absen dari layar, sejumlah penonton kecewa dan merindukannya. Madison titik klise sekaligus kekuatan baru film ini.
Agak Kedodoran
Memiliki selara humor yang khas serta penokohan kuat, Zombieland Double Tap agak kedodoran di detail visual dan alur. Pertama, detail zombi spesies T-800. Spesifikasi kekuatan spesies ini kurang tergambar jelas. Apa kekuatannya, mengapa berkali-kali ditembak masih hidup, dan mengapa kepalanya bisa lebih mudah hancur.
Kedua, gambaran Babylon di mana penghuninya kerap memainkan kembang api di ujung pesta. Kembang api yang menari di udara menarik perhatian zombi. Kita tak tahu mengapa baru pada momen itu, Babylon diserang.
Tak terjelaskan pula bagaimana kondisi Babylon sebelum Columbus dan gengnya hadir. Catatan lain tentu saja soal visual pertempuran di Babylon. Terlepas dari luputnya beberapa detail, Zombieland Double Tap tetap jadi suguhan menghibur. Ia setia pada ritme cerita dinamis dengan aksi dan unsur komedi yang mengalir nyaris tanpa jeda. Bisa jadi, ini resep mengapa Zombieland mudah menjalin ikatan dengan penonton. Sejak awal cerita langsung digas, para tokoh bergegas melanjutkan perjalanan, dan mendapat tantangan.
Tetap Solid
Beruntung kuartet Jesse, Woody, Abigail, dan Emma tapi solid. Interaksi mereka mencerminkan betapa lama berteman dan mengisyaratkan telah melewati banyak fase. Chemistry mereka meyakinkan penonton. Seasyik itu mereka ribut, saling melindungi, dan berkelakar seenak jidat.
Zombieland sebenarnya bertutur soal persahabatan. Ndilalah, pertalian ini terbentuk dari suasana krisis akibat serangan zombi. Film model begini cocok untuk Anda yang tengah suntuk, lalu mampir ke bioskop sekadar mencari hiburan.
Â
Pemain: Woody Harrelson, Emma Stone, Jesse Eisenberg, Abigail Breslin, Rosario Dawson, Zoey Deutch, Avan Jogia
Produser: Gavin Polone
Sutradara: Ruben Fleischer
Penulis: Rhett Reese, Paul Wernick, Dave Callaham
Produksi: Columbia Pictures
Durasi: 99 menit
Â
(Wayan Diananto)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2945856/original/018850900_1571720850-zombieland2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)