Gemini Man: Pertarungan Dua Will Smith dengan Eksekusi yang Kurang Gereget

Menilik trailernya, Gemini Man berikut tema klona diproyeksikan jadi film futuristik dengan efek visual menawan dan konflik tanpa ampun.

Diterbitkan 10 Oktober 2019, 10:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tak masalah membongkar dalang di tengah film. Asalkan menit-menit sisanya berisi penguraian sisa simpul rumit berikut penyelesaian dengan klimaks yang bikin dengkul penonton lemas.

Apes, Gemini Man tak punya peluru-peluru itu. Saat kita tahu proyek Gemini dan dalangnya, saat itu pula cerita seolah tak beranjak ke mana-mana. Kemajuan alur ada, namun ketegangan mengendur. Naskahnya di paruh kedua seperti orang bernapas megap-megap. Pertanyaan konyol seperti “Kenapa kamu selalu tahu ke mana kami berada?” muncul.

Dijawab pula dengan polos oleh lawan main. Padahal, bukankah dalam film spionase atau fiksi ilmiah hal semacam ini lazim terjadi? Interaksi tokoh utama dengan produk klonanya pun tak tergarap dengan apik. Tak ada emosi dan pergolakan batin yang meyakinkan di sana. Emosi yang muncul akibat dilema mengasup dua versi informasi malah lebih menyentuh ketimbang pertemuan Henry dengan musuh yang paling dinanti. Inilah problem paling mendasar Gemini Man. Belum lagi penyelesaian konflik sebesar ini terasa ya sudah begitu saja.

>

Kurang Gereget

Dengan problem di naskah dan eksekusi Ang Lee yang kurang gereget, Gemini Man praktis mengandalkan aspek teknis seperti sinematografi dan tata suara. Permainan kamera Gemini Man mengesankan, membuat film ini sangat pantas dinikmati dengan media tiga dimensi. Tanpa pakai kacamata tiga dimensi pun, kami bisa membayangkan adegan mana saja yang memungkinkan penonton menjadi bagian di dalamnya. Perbincangan Henry dengan seorang sahabat di rumah menghadap jendela berpanorama rerumputan, misalnya.

Atau kejar-kejaran menggunakan sepeda motor dan tembak-tembakan dari atap ke jalanan dengan genangan air bening. Adegan-adegan ini sangat membuai mata saat disaksikan dengan kacamata tiga dimensi. Andal dari aspek teknis berupa gambar dan suara, agak kedodoran di penceritaan. Aksinya pun tak bisa dibilang sangat memukau. Ang Lee, sutradara terbaik Oscars lewat film Brokeback Mountain dan Life of Pi sejauh ini kuat di genre drama. Namun belum memukau saat diberi proyek aksi berbalut futuristik seperti Gemini Man.

Dengan sejumlah catatan kritis yang menyertainya, Gemini Man tetap menjadi hiburan yang asyik. Dengan biaya produksi fantastis yakni 138 juta dolar AS atau nyaris 2 triliun rupiah, setidaknya kita bisa berharap dari nilai produksi dan unsur artistik film ini. Plus nama besar Will Smith semestinya mampu menarik minat publik untuk memadati bioskop. Selebihnya, nasib Gemini Man jelas ada di tangan Anda, para pencinta film.

 

Pemain: Will Smith, Mary Elizabeth Winstead, Benedict Wong, Clive Owen, Douglas Hodge, Linda Emond

Produser: Jerry Bruckhemer, David Ellison, Don Granger, Dana Goldberg

Sutradara: Ang Lee

Penulis: Darren Lemke, David Benioff, Billy Ray

Produksi: Paramount Pictures

Durasi: 1 jam, 57 menit

 

(Wayan Diananto)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan